detikcom Do Your Magic

PLN Pastikan Tiang Makan Jalan di Ciputat Bukan Miliknya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 20:46 WIB
Tiang kabel makan badan jalan di Jl WR Supratman, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. 13 Agustus 2021. (Athika Rahma/detikcom)
Tiang kabel makan badan jalan di Jl WR Supratman, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. 13 Agustus 2021. (Athika Rahma/detikcom)
Jakarta -

Tiang-tiang kabel memakan badan jalan di Ciputat Timur. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie pernah menyatakan sebagian tiang itu milik PLN. Kini, PLN sudah memastikan tak ada tiang milik perusahaannya yang menjorok ke badan jalan di lokasi.

"Tiang di badan jalan Ciputat bukan milik PLN," demikian keterangan tertulis yang disampaikan Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Ririn Rachmawardini, kepada wartawan, Sabtu (14/8/2021).

Kepastian ini didapat PLN lewat langkah peninjauan lapangan. Lokasi persis tiang makan badan jalan ada di sepanjang Jl WR Supratman, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

"Kami sampaikan bahwa petugas PLN sudah melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut pada berita dan tidak ditemukan tiang PLN berada di badan jalan. Seluruh tiang PLN sudah berada di trotoar. Tiang yang berada di badan jalan bukan tiang listrik milik PLN," kata Ririn Rachmawardini.

PLN sangat terbuka dan kooperatif dengan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama mewujudkan tata kota yang baik.

Sebelumnya, detikcom Do Your Magic memberitakan masalah tiang-tiang ini. Masalah tiang makan badan jalan sudah ada selepas Jl WR Supratman dilebarkan pada 2018 silam sampai sekarang. Setahun lalu, Wali Kota Tangerang Selatan pernah menyatakan sebagian tiang ini milik PLN.

"Tiang-tiang itu ada yang punya Telkom atau PLN atau yang lain dan kita sudah lama meminta kepada yang bersangkutan untuk dipindahkan sesuai badan jalan yang sudah kita lebarkan," kata Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie saat dihubungi, 30 Mei 2020 lalu.

Warga masih tetap berharap tiang-tiang ini enyah dari badan jalan. Soalnya, warga tidak ingin ada kecelakaan yang membahayakan jiwa. Sejumlah warga menyampaikan harapannya saat ditemui detikcom di lokasi, Jumat (14/8) kemarin.

"Jangan sampai tunggu ada korban dulu baru dibenarkan. Ini sudah mengganggu, sejak saya rutin sepedaan di sini kurang tahu persisnya, 2017 atau 2018," kata seorang pesepeda yang melewati lintasan tersebut, Deny Arief (50) kepada detikcom, Jumat (13/8) kemarin.

(dnu/idh)