Round-Up

Desakan Turunkan Harga Tes PCR Mengemuka Gegara Lebih Mahal dari India

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 20:05 WIB
Pelanggan yang hendak menggunakan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan pada hari libur keagamaan Isra Mikraj tanggal 11 Maret 2021 dan Hari Raya Nyepi 14 Maret 2021 diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.
Foto: Ilustrasi tes PCR (dok. KAI)
Jakarta -

Berbagai kalangan mendesak Pemerintah agar menurunkan harga tes polymerase chain reaction (PCR). Pasalnya, harga tes PCR di India sangat jauh lebih terjangkau dibandingkan di Tanah Air.

Jika Pemerintah telah menentukan harga tes PCR Rp 900 ribu. Di India, harga tes serupa hanya berkisar Rp 90 hingga 100 ribu-an.

Perihal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan akan kembali berkonsultasi dengan stakeholders-nya. Kemenkes mengaku bersikap terbuka atas masukan positif.

"Tentunya Kemkes sangat terbuka untuk masukan positif. Kami akan berkonsultasi dengan berbagai pihak yang terkait, dari penyedia, distributor, lab swasta, dan juga auditor," kata juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom, Sabtu (14/8/2021).

Jubir Vaksin COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia TarmiziFoto: Jubir Vaksin COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi (dok. Satgas COVID-19)

Komisi IX DPR RI Minta Turun Harga

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh mengaku setuju bila harga tes PCR diturunkan. Diapun menilai harga tes PCR di Indonesia terbilang mahal.

"Harga PCR kita masih sangat mahal PCR kita, jadi saya sepakat PCR diturunkan," kata Nihayatul kepada detikcom, Jumat (13/8).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI lainnya, Charles Honoris, pun menyoroti perbedaan harga tes PCR yang jauh dengan India. Dia menilai harga tes PCR di RI saat ini memberatkan.

"Tentunya kita berharap masyarakat Indonesia juga bisa mendapatkan fasilitas uji swab PCR dengan harga yang terjangkau seperti di India. Saat ini harga uji swab PCR dirasa memberatkan bagi banyak orang. Perbandingan harganya juga jauh sekali antara India dan Indonesia," ujar Charles kepada detikcom.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR lainnya, Saleh Partaonan Daulay, mendorong agar pemerintah melakukan perbandingan dengan harga tes PCR negara lain. Satu di antaranya dengan India, yang disebut-sebut harga sekali tes PCR-nya kurang dari Rp 100 ribu.

"Selama ini, jumlah orang yang melakukan tes sangat terbatas. Salah satu penyebabnya adalah harga yang terlalu tinggi. Tidak semua orang bisa menjangkau. Akibatnya, hanya orang yang betul-betul membutuhkan kelengkapan administratif yang melakukan tes. Katakanlah, misalnya, orang yang bepergian lewat bandara, perlu menunjukkan hasil PCR," kata Saleh.

Simak desakan YLKI agar Pemerintah transparan soal keuntungan dari tes PCR di halaman berikutnya.