Ada 17 Ribu ODGJ di DKI, Dinkes Antisipasi Penambahan Akibat Pandemi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 16:49 WIB
Kadinkes DKI Jakarta, Widyastuti
Foto: Kadinkes DKI Jakarta, Widyastuti (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyoroti permasalahan mental (mental illness) yang dialami masyarakat selama pandemi COVID-19. Dinkes DKI mencatat sekitar 17 ribu warga di Jakarta terindikasi orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

"Kalau kesehatan mental saat ini sudah menjadi perhatian jajaran kesehatan karena angka di DKI sangat luar biasa, ada sekitar 0,16 persen orang dengan gangguan jiwa berat di DKI Jakarta. Itu setara 17 ribu orang," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, dalam webinar, Jumat (13/8/2021).

Widyastuti tidak memerinci berapa pastinya kasus warga yang terindikasi ODGJ akibat pandemi COVID-19. Yang jelas, pihaknya berharap jumlahnya tidak bertambah seiring pandemi Corona melanda Ibu Kota.

"Dengan tingginya angka kasus ODGJ berat, kita tidak ingin bahwa masa pandemi COVID ini angka di DKI bertambah," sebutnya.

Widyastuti menjelaskan, seseorang dapat dikatakan terindikasi gangguan jiwa berat karena kerap merasa cemas dan khawatir berlebihan. Hal ini, sebutnya, berdampak pada kesehatan mental.

Tak hanya itu, dia juga menyadari banyak kegiatan selama pandemi Corona yang memicu stres.

"Kami juga memahami dampak dari pandemi ini sebagian warga kehilangan orang-orang tercinta yang tentu tidak kita harapkan. Kemudian ada yang kehilangan pekerjaan atau mengalami kejenuhan karena WFH yang berkepanjangan bukan menjadi senang tapi menjadi kebosanan, rasa cemas, depresi," ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, Dinkes DKI gencar melakukan deteksi dini terhadap permasalahan kesehatan jiwa. Tujuannya agar masyarakat yang sakit bisa segera tertangani.

"Tentu dengan mendeteksi secara dini kasus kasus masalah kesehatan jiwa kemudian mampu mengelola dengan baik, kemudian bisa melakukan rujukan apabila mengalami di sekitar kita warga yang butuh pendampingan terhadap aspek khususnya tentu menjadi salah satu kata kunci supaya kita mampu mengentaskan dari sisi kesehatan mental," jelasnya.

Tak hanya itu, Dinkes DKI juga memberikan pendampingan psikologis terhadap para tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang melawan COVID-19.

"Tentu dampingan psikososial atau pengetahuan akan aspek psikologis ini bukan hanya untuk masyarakat tapi kami di bidang kesehatan juga memberikan pendampingan psikososial kepada nakes kami," jelasnya.

"Karena pandemi belum tahu kapan selesai kemudian juga tuntutan pekerjaan yang sangat luar biasa. Mana mungkin satu sisi warga kelompok lain bisa WFH tapi kami tidak mungkin WFH karena kalau bukan kita semua, siapa yang akan berikan layanan," sambung Widyastuti.

Simak juga 'Viral Pria Ngamuk-Rusak Banner PPKM di Sidoarjo, Ternyata ODGJ':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)