Khofifah Sematkan Satyalancana Karya Satya ke 576 ASN Pemprov Jatim

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 13:20 WIB
Khofifah Sematkan Satyalancana Karya Satya ke 576 ASN Pemprov Jatim
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Jelang Peringatan HUT RI ke-76, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Tahun 2021 kepada 576 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Khofifah menyebut penyerahan Satyalancana Karya Satya tahun ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas seluruh dedikasi, seluruh energi dan produktivitas ASN untuk bisa membawa Jawa Timur semakin maju terutama memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Atas pertimbangan jumlah sebanyak ini, maka kami lakukan penyerahannya secara bertahap. Apalagi tanda kehormatan ini adalah dari Negara, sehingga penyematan langsung ini menjadi penghormatan dan apresiasi kami bagi seluruh ASN Pemprov Jatim," kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Jumat (13/8/2021).

Diketahui, penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34/TK/Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Satyalancana Karya Satya merupakan tanda penghargaan kepada ASN yang telah berbakti selama 10, 20 dan 30 tahun lebih secara terus menerus. Adapun ASN yang menerima penghargaan tersebut dinilai memiliki loyalitas tinggi terhadap negara.

Sebanyak 576 Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya tersebut terdiri dari Satyalancana Karya Satya Masa Kerja 30 tahun sebanyak 152 orang, Masa Kerja 20 tahun sebanyak 177 orang, serta Masa Kerja 10 tahun sebanyak 247 orang.

Khofifah berharap penghargaan Satyalancana Karya Satya dapat mendorong semangat dan motivasi ASN untuk terus mendedikasikan kinerja terbaiknya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat dengan ikhlas serta penuh rasa tanggung jawab. Sebab menurutnya, sebuah pengabdian harus diikuti dengan keteguhan hati dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Seluruh ASN di Jawa Timur harus teguh menjaga NKRI melalui dedikasi dan pengabdian terbaiknya. Bagaimana kita mendedikasikan seluruh pengabdian sesuai dengan profesi tugas pokok dan fungsi masing-masing, baik yang berada pada jabatan struktural maupun jabatan fungsional," jelasnya.

Khofifah menilai bukti pengabdian dan dedikasi para ASN terlihat selama masa pandemi COVID-19. Pemerintah melalui kebijakan dan intervensi memberikan bantuan seperti program sosial, bantalan-bantalan sosial ekonomi, Banpres PUM, bantuan subsidi upah kepada masyarakat.

Khofifah berharap ASN Jatim di posisi apapun dapat melakukan update terkait bantuan sosial, bantuan untuk usaha mikro, bantuan untuk subsidi upah, termasuk bantuan untuk guru dan murid melalui bantuan kuota internet, serta bantuan lainnya.

"Jangan merasa itu bukan tugas saya, tetapi ketika teridentifikasi bahwa Bapak Ibu Saudara sekalian menjadi ASN di Pemprov, orang akan bertanya karena mungkin mereka belum terkonfirmasi berbagai lapisan-lapisan bantuan baik sosial ekonomi maupun bantuan pendidikan tersebut," terangnya.

Orang nomor satu di Jatim ini pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang telah mendedikasikan seluruh energi dan produktivitas untuk membawa Jawa Timur semakin maju. Diharapkan produk pembangunan tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tinggal di Jawa Timur.

"Kenapa saya menyebut yang tinggal di Jawa Timur bukan hanya untuk masyarakat yang ber-KTP Jawa Timur, karena ini bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka siapa pun yang tinggal di Jawa Timur harus merasa aman, merasa nyaman, merasa damai dan merasa terlindungi. Perlindungan kita adalah untuk semua yang berada di area ini bukan hanya yang ber-KTP Jawa Timur," tuturnya.

Adapun bentuk layanan tersebut, salah satunya yaitu program vaksinasi yang hingga kini terus diperluas ke masyarakat yang berdomisili di Jatim.

"Ini adalah layanan-layanan kemanusiaan untuk mereka yang tinggal di Jawa Timur. Saudara punya tugas memberikan layanan bagi mereka yang berada dan tinggal atau berdomisili di Jawa Timur," katanya.

Selain vaksin, Mantan Menteri Sosial RI ini mengatakan pihaknya juga turut membantu dalam penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia melalui Jatim. Ia menjamin para PMI yang berada di Asrama Haji Surabaya mendapatkan layanan, perlakuan dan perlindungan yang sama, baik dalam proses karantina mulai swab, lama waktu karantina selama lima hari, maupun pelayanan gizi.

"PMI yang ada di Asrama Haji itu berasal dari 26 provinsi. Tidak bisa kita kemudian karena dia bukan warga Jawa Timur kemudian treatment-nya tidak sama. Itulah sebetulnya makna Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kebhinekaan adalah sebuah keniscayaan yang Allah anugerahkan untuk Indonesia dan bahwa kita semua ada di dalam Negara kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.

Tidak hanya menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, dalam kesempatan ini Khofifah turut menyerahkan secara simbolis santunan kematian KORPRI kepada perwakilan keluarga. Serta paket sembako kepada ASN Pemprov Jatim golongan 1 dan 2 yang telah selesai menjalani isolasi mandiri.

Diketahui, acara penyematan dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (12/8) dengan protokol kesehatan ketat. Para ASN wajib mengikuti swab test antigen di lokasi acara dan harus dalam keadaan sehat serta telah melakukan minimal vaksin dosis pertama.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Asisten Administrasi Umum Sjaichul Ghulam, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jatim Indah Wahyuni, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim Dyah Wahyu Ermawati.

(akd/ega)