Jadi Tersangka Kasus Cukai, Bupati Bintan Miliki Harta Kekayaan Rp 8,7 M

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 19:38 WIB
Bupati Bintan Apri Sujadi
Bupati Bintan Apri Sujadi. (Antara)
Jakarta -

Bupati Bintan Apri Sujadi ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Bintan wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018. Total harta kekayaan Apri Sujadi mencapai Rp 8,7 miliar.

Dilihat detikcom, Kamis (12/8/2021), total kekayaan itu merupakan data berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat di KPK pada 2020. Total harta Rahman berjumlah Rp 8.716.767.012 (Rp 8,7 miliar).

Apri tercatat memiliki 18 bidang tanah yang tersebar di sejumlah daerah, seperti Tanjung Pinang dan Bintan. Luas dari 18 bidang tanah milik Apri bervariasi dengan total Rp 3.749.047.000 (Rp 3,7 miliar).

Selanjutnya, Apri juga tercatat memiliki kendaraan roda empat berjenis Honda Jazz dan Honda CR-V. Dua mobil itu senilai Rp 565 juta.

Lalu, Apri tercatat memiliki harta bergerak senilai Rp 637.310.000 (Rp 637 juta). Selain itu, Apri memiliki kas senilai Rp 3.765.050.012 (Rp 3,7 miliar).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Bintan Apri Sujadi (AS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Bintan wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018. Selain itu, KPK menetapkan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan, MSU, sebagai tersangka.


"Menetapkan tersangka pertama AS, Bupati Bintan periode 2016-2021. Kedua, MSU, Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (12/8).

KPK menduga atas perbuatannya tersebut merugikan negara sekitar Rp 250 miliar. Apri sendiri diduga menerima sebanyak Rp 6,3 miliar dalam kasus ini.

"Perbuatan para tersangka diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar sejumlah Rp 250 miliar," kata Alex.

Alexander mengatakan kedua tersangka tersebut akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Bupati Bintan Apri Sujadi ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih dan MSU ditahan di Rutan KPK C1.

Atas perbuatannya, AS dan MSU disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(aik/aik)