Hakim Militer Kasus Cebongan Bicara Integritas ke Mahasiswa Unhas

Antara - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 17:44 WIB
Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya Brigadir Jenderal TNI Faridah Faisal yang juga alumnus FH Unhas memotivasi Maba Unhas secara virtual (ANTARA/HO-Unhas)
Foto: Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya Brigadir Jenderal TNI Faridah Faisal yang juga alumnus FH Unhas memotivasi Maba Unhas secara virtual (ANTARA/HO-Unhas)
Jakarta -

Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya Brigadir Jenderal TNI Faridah Faisal memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas). Brigjen Faridah juga alumnus FH Unhas.

Faridah yang merupakan alumnus FH Unhas Angkatan 1986 itu mengungkap soal ketatnya persaingan untuk dapat diterima di FH Unhas. Untuk itu, dia meyakini mahasiswa baru yang memilih FH Unhas memiliki kepedulian dan komitmen penegakan hukum yang sungguh-sungguh.

"Seorang mahasiswa akan berhasil jika memiliki sifat dan karakteristik dasar, yaitu teliti, tekun, dan kritis. Kemudian karakter yang terpenting adalah berwawasan luas, senang memecahkan masalah, dan melakukan riset," kata Faridah seperti dilansir Antara, Kamis (12/8/2021).

Faridah yang merupakan salah satu hakim ketua kasus penembakan 4 tahanan di Lapas Klas 2B Cebongan--saat itu berpangkat letkol--menjelaskan, tantangan bagi alumni ilmu hukum ke depan begitu besar. Apalagi ada berbagai macam profesi hukum yang menanti seperti hakim, jaksa, advokat, dan lain sebagainya.

Berbagai profesi tersebut membutuhkan pemahaman terhadap hukum dalam perspektif yang terbarukan, sesuai tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Sementara di sisi lain, aspek keadilan juga menjadi faktor utama.

Faridah mengakhiri pemberian motivasinya dengan pesan agar mahasiswa Hukum Unhas selalu menjaga integritas diri dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan sikap dan karakter berintegritas akan memberi dampak pada integritas sosial dan masyarakat yang lebih luas, hingga seluruh bangsa memiliki integritas.

"Integritas tersebut yang paling mahal harganya di era saat ini," kata Faridah.

(jbr/nvl)