Bantuan Beras PPKM 2021, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 11:44 WIB
Bantuan Beras PPKM 2021, Ini Hal yang Perlu Diketahui
Bantuan Beras PPKM 2021, Ini Hal yang Perlu Diketahui (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Bantuan beras PPKM 2021 menjadi salah satu jenis bantuan yang disalurkan kepada masyarakat oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan diberikan guna mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Penyaluran bantuan beras dilakukan Kemensos dengan bermitra bersama Perum Bulog. Ada dua jenis bantuan beras yang diberikan yaitu Bantuan beras 10 kg dan 5 kg.

Detil Bantuan Beras PPKM 2021

Melansir dari laman resmi Kemensos, bantuan sosial beras (BSB) diberikan kepada sejumlah kelompok masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/kartu sembako, serta Program Keluarga Harapan (PKH) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kemensos menargetkan akan memberikan bantuan beras PPKM 2021 10 kg kepada 10 juta KPM PKH, 10 juta KPM BST dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako non PKH.

Untuk bantuan beras PPKM 2021 sebesar 5 kg akan disalurkan khusus untuk pekerja sektor informal terdampak pandemi di Jawa dan Bali. Pekerja sektor informal yang disebut antara lain: pemilik warung makan, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh lepas, buruh harian, karyawan kontrak, dan sebagainya, yang tidak bisa bekerja karena pembatasan aktifitas.

Untuk menyalurkan bantuan, Kemensos menyiapkan total 2.010 ton beras. Sebanyak 122 pemerintah kabupaten/kota mendapatkan masing-masing 3.000 paket beras (per paket seberat 5 kg) dan 6.000 paket (per paket seberat 5 kg) untuk enam ibukota provinsi.

Mensos Akui Ada Bantuan Beras PPKM 2021 Kualitas Jelek

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengakui adanya beras bantuan sosial (bansos) berkualitas kurang bagus yang diterima masyarakat. Risma memastikan bahwa beras yang jelek itu bisa langsung diganti dengan beras yang baru.

"Saya sudah mendapatkan laporan soal itu. Memang ada beberapa kasus di mana kualitas beras kurang baik. Tapi itu volumenya kecil dibandingkan dengan total beras yang kualitasnya baik. Kalaupun ada yang rusak, misalnya, langsung diganti dengan yang baru," kata Mensos Risma dalam keterangan tertulis, Senin (9/8/2021).

Risma mengatakan penyaluran BSB melibatkan sejumlah instansi sesuai dengan penugasan yang telah ditetapkan. Untuk BSB 10 kg, Kemensos berperan menyerahkan data penerima bantuan kepada Kementerian Keuangan. Sementara beras dan penyalurannya oleh Perum Bulog,

Untuk BSB 5 kg, distribusi menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas sosial. Dinas sosial juga berwenang langsung meminta ganti kepada penyedia bila kualitas beras kurang memuaskan.

"Pemerintah daerah melalui dinas sosial diberikan kewenangan untuk mendistribusikan beras. Dinas sosial juga berwenang memastikan kualitas beras jenis medium dalam kondisi baik pada saat diterima masyarakat. Dinsos bisa langsung meminta ganti bila beras kurang bagus," ujar Risma.

Respon Bulog Soal Bantuan Beras PPKM 2021

Melansir dari laman Bulog, Dirut Perum Budi Waseso akan merespon dengan cepat bila warga menerima beras tak layak konsumsi. Bulog akan menetapkan langkah-langkah penyelesaian dengan menarik dan menggantinya dengan beras berkualitas baik sesegera mungkin.

"Kalaupun ada warga yang sempat menerima beras yang betul-betul berasal dari BULOG dengan kondisi tidak layak, Kami, Perum BULOG, memint maaf dengan setulusnya. Kami bekerja betul-betul untuk membantu rakyat dan tidak ada kepentingan yang lain. Titik. Itu saja perjuangan BULOG. Kami berfokus pada solusi untuk menyelesaiakan masalah. Beras yang rusak segera diganti dengan beras baru dan berkualitas baik," kata Dirut Perum BULOG Budi Waseso di Jakarta, Senin (9/8).

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu juga menyebut pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Sosial selaku pemberi tugas, PT Pos Indonesia, selaku transporter, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan TNI, termasuk juga Satgas Pangan.

"Pengawasan luar dan dalam dan kerjasama terus ditingkatkan termasuk upaya menekan faktor-faktor yang berada di luar kendali manusia seperti cuaca maupun potensi kejahataan lainnya. Tim lapangan kami selalu berupaya merespon cepat semua insiden yang terjadi dan melakukan pergatian beras dalam 1×24 jam," tambah Budi Waseso.

Diketahui realisasi penyaluran Bantuan Beras PPKM untuk tahap I kepada 20 juta Keluarga Penerima Manfaat ini sudah hampir mencapai 100% di seluruh Indonesia. Sebagian besar daerah distribusinya sudah selesai, sementara sisanya diperkirakan akan selesai dalam 1-2 hari.

Simak juga 'Bupati Ciamis Sidak Gudang Bulog, Antisipasi Beras Bantuan PPKM Jelek':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)