Situs Diretas, Setkab Gandeng BIN-Polri-BSSN Tingkatkan Keamanan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 15:27 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Ilustrasi peretasan (Foto: Pawel Kopczynski/REUTERS)
Jakarta -

Sekretariat Kabinet (Setkab) menggandeng BIN, Polri, hingga BSSN untuk meningkatkan keamanan website usai diretas beberapa waktu lalu. Penguatan keamanan website Setkab ini diharapkan dapat bermanfaat sehingga informasi dapat tersampaikan kepada masyarakat.

"Penguatan security website Setkab kami tentu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait antara lain Badan Siber Sandi Negara BSSN, karena memang sejak awal pertama kali website ini berdiri, kami selalu bekerja sama dengan BSSN pada saat itu masih lembaga sandi negara. Dan kami pun di sini kerja sama juga dengan pihak Polri dan pihak BIN untuk penguatannya karena bagaimana pun ini adalah website milik pemerintah. Kami mempunyai tugas untuk men-deliver berita-berita pemerintahan yang tentu sangat berguna bagi masyarakat sehingga kami mengupayakan sedemikian rupa agar website kita segera pulih dan dapat dinikmati masyarakat dan media," kata Deputi Dukungan Kerja Kabinet Setkab, Thanon Aria Dewangga, kepada wartawan, Senin (9/8/2021).

Upaya Takedown dan Pemulihan

Thanon menjelaskan situs Setkab sebenarnya sempat bisa diakses lagi pada Rabu pekan lalu. Namun masih ada saja pihak-pihak yang berupaya mengganggu.

"Sebetulnya pada hari Rabu, kita sudah tayang lagi. Hanya sayangnya pada saat kemarin website kita sudah tayang pada hari Rabu ternyata masih ada upaya-upaya, perbuatan-perbuatan yang tidak bertanggungjawab pada website setkab pada saat itu muncul," ujar Thanon.

Akhirnya Setkab pun memutuskan melanjutkan upaya pemulihan. Keamanan website bakal terus ditingkatkan.

"Kami mengambil keputusan daripada nanti terjadi peristiwa seperti hari Sabtu, kami memutuskan untuk melakukan kebijakan men-takedown website terlebih dahulu, melakukan upaya-upaya pemulihan, terutama pemulihan-pemulihan untuk di bidang security," ujar Thanon.

Setkab Pastikan Data Aman

Thanon juga memastikan data-data di situs Setkab aman. Selain itu, menurut Thanon, tak ada data yang bersifat rahasia di situs tersebut.

"Sejauh ini memang yang kami dapatkan dari pihak-pihak terkait data-data yang ada di dalam website alhamdulillah masih sangat aman. Dan memang website itu sendiri berisi... website Setkab berbeda dengan website dari kantor-kantor pemerintah yang lain. Kami memberikan atau men-deliver informasi-informasi, baik itu acara-acara presiden, kegiatan-kegiatan presiden maupun kegiatan-kegiatan pemerintahan sehingga dengan demikian tidak ada dokumen yang dikecualikan atau tidak ada dokumen-dokumen yang bersifat rahasia yang disimpan di website Setkab," ujar Thanon.

Respons soal Pelaku Masih Remaja

Saat ditanya mengenai pelaku peretasan situs Setkab yang masih remaja, Thanon menyerahkan sepenuhnya kepada Polri. Namun dia menegaskan upaya peretasan tersebut sangat merugikan banyak pihak.

"Kalau dari kami, kami sepenuhnya menyerahkan kepada pihak berwajib, kepada pihak kepolisian bagaimana tindakan yang akan diambil yang jelas buat kami upaya peretasan setkab itu sangat merugikan bagi sekretariat kabinet maupun bagi teman-teman media dan masyarakat," ujar Thanon.

(knv/tor)