Survei: 17,1% Responden Nilai Pemerintah Belum Bahu-Membahu Tangani Pandemi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 13:06 WIB
Warga mengangkat bantuan sosial tambahan berupa 10 kilogram beras yang diterimanya di Kelurahan Harapan Jaya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021). Perum Bulog menyalurkan tambahan bantuan beras untuk warga terdampak PPKM yang ditujukan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai dan 10 juta KPM Program Keluarga Harapan sesuai data dari Kemensos. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.
Foto: Ilustrasi penyaluran bantuan sosial COVID-19 (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta -

Litbang Harian Kompas merilis hasil survei terkait pendapat masyarakat soal penanganan pandemi Corona (COVID-19) di Indonesia. Masih ada responden yang menilai pemerintah daerah belum bahu-membahu dalam mengatasi pandemi Corona.

Pengumpulan pendapat melalui telepon ini dilakukan Litbang Kompas pada periode 3-6 Agustus 2021. Sebanyak 514 responden berusia minimal 17 tahun dari 34 provinsi berhasil diwawancarai.

Sampel ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk di tiap provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 96% persen, nirpencuplikan penelitian (margin of error) kurang lebih 4,32 persen dalam kondisi penarikan sampel sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pencuplikan sampel dimungkinkan terjadi.

Peneliti bertanya kepada responden apa hal yang harus ditunjukkan oleh aparat pemerintah kepada masyarakat di tengah situasi pandemi saat ini. 43,4% responden ingin pemerintah tidak menggelar acara seremonial di tengah pandemi. Begini hasil surveinya.

Menurut Anda, apakah saat ini masyarakat dan pemerintah di daerah Anda telah bahu-membahu dalam mengatasi pandemi COVID-19?

Ya, sudah bahu-membahu tetapi belum efektif 30,1%
Ya, sudah baru-membahu secara efektif 45,1%
Belum bahu-membahu, masih bergerak masing-masing 17,1%
Tidak ada upaya mengatasi pandemi yang terlihat 6,6%
Tidak tahu 1,1%