Round-Up

Jalur Pidana Ditempuh Buntut Tewasnya Pria Positif Corona di Toba

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 22:01 WIB
Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)
Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)
Toba -

Pria positif Corona di Toba, Sumatera Utara (Sumut), bernama Salamat Sianipar yang diviralkan dianiaya oleh warga setempat meninggal dunia. Kini pihak keluarga korban menempuh jalur hukum.

Video Salamat Sianipar yang disebut dianiaya warga karena positif Corona itu viral di media sosial. Dalam video itu, Salamat dinarasikan tengah dianiaya oleh sejumlah warga menggunakan bambu dan kayu.

Lari dari Tempat Isolasi

Istri Salamat kemudian menjelaskan hal itu dilakukan warga untuk mengamankan Salamat yang lari saat isolasi mandiri.

"Karena mencoba menularkan virus COVID-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan," kata istri Salamat, Risma, Minggu (25/7).

Risma mengatakan suaminya saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya itu berulang kali pulang ke rumah.

"Pada Kamis (22/7), sekira pukul 17.00 WIB, suamiku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya, mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COVID-19," katanya

Karena hal itu, kata Risma, warga pun mencoba mengamankan suaminya. Untuk menjaga jarak, warga menggunakan kayu hingga bambu. Sang suami pun kabur ke hutan.

Salamat kemudian dilarikan ke RSUP Adam Malik untuk menjalani perawatan karena mengalami gejala berat infeksi Corona. Salamat kemudian meninggal dunia dalam kondisi positif Corona.

Tempuh Jalur Hukum

Pihak keluarga korban ternyata telah melaporkan dugaan penganiayaan itu ke polisi. Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir mengatakan sudah ada 14 saksi yang dimintai keterangan.

"Sebanyak 14 orang (saksi diperiksa)," kata Iptu Bungaran kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Dia menambahkan pihak yang dimintai keterangan itu terdiri atas keluarga dan warga setempat. Menurutnya, kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan.

"(Yang diperiksa) keluarga dan warga, masih penyelidikan," jelasnya.

Tonton video 'Corona RI 6 Agustus: Rekor, Kasus Sembuh Tambah 48.832':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)