Pria Positif COVID di Sumut Diviralkan Dianiaya Wafat, Keluarga Lapor Polisi

Ahma - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 10:19 WIB
Ilustrasi jenazah
Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)
Toba -

Pria positif Corona di Toba, Sumatera Utara (Sumut), yang diviralkan dianiaya warga, Salamat Sianipar, meninggal dunia. Pihak keluarga ternyata telah melaporkan dugaan penganiayaan itu ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir mengatakan pihaknya masih mengusut laporan itu. Dia mengatakan ada 14 orang saksi yang sudah dimintai keterangan.

"Sebanyak 14 orang (saksi diperiksa)," kata Iptu Bungaran kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Dia mengatakan pihak yang dimintai keterangan itu terdiri atas keluarga dan warga setempat. Menurutnya, kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan.

"(Yang diperiksa) keluarga dan warga, masih penyelidikan," jelasnya.

Sebelumnya, video Salamat Sianipar yang disebut dianiaya warga karena positif Corona viral. Istri Salamat kemudian menjelaskan hal itu dilakukan warga untuk mengamankan Salamat yang lari saat isolasi mandiri.

"Karena mencoba menularkan virus COVID-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan," kata istri Salamat, Risma, Minggu (25/7).

Risma mengatakan suaminya saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya itu berulang kali pulang ke rumah.

"Pada Kamis (22/7), sekira pukul 17.00 WIB, suamiku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya, mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COVID-19," katanya

Karena hal itu, kata Risma, warga pun mencoba mengamankan suaminya. Untuk menjaga jarak, warga menggunakan kayu hingga bambu.

"Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu mencoba mengamankannya karena takut tertular COVID-19. Namun aksi warga untuk mengamankan Salamat Sianipar gagal dan suamiku itu berhasil kabur ke hutan," ujar Risma.

Salamat kemudian dilarikan ke RSUP Adam Malik untuk menjalani perawatan karena mengalami gejala berat infeksi Corona. Salamat kemudian meninggal dunia dalam kondisi positif Corona.

"Iya betul (meninggal), semalam (kemarin) jam 16.30 WIB," kata Kasubbag Humas RSUP Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, kepada wartawan, Senin (2/8).

Simak juga 'Detik-detik Pria di Tobasa Diikat-Dipukuli Gegara Positif COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)