Komnas Perempuan: Ancaman Pidana 10 Tahun ke Dinar Candy Berlebihan!

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 06:52 WIB
Dinar Candy Tolak PPKM Malah Berbikini di Jalan
Foto: Noel/detikcom
Jakarta -

Komnas Perempuan menanggapi persoalan aksi berbikini Dinar Candy hingga berujung pada penetapan tersangka. Komnas Perempuan menilai ancaman pidana 10 tahun bagi Dinar Candy berlebihan dan tidak tepat di situasi pandemi COVID-19.

"Pada situasi kondisi psikologis yang stres, penerapan ancaman 10 tahun tidak tepat dan berlebihan. Penting untuk melihat penyebab dari tindakan DC tersebut dari berbagai sudut pandang," kata Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini, saat dihubungi, Kamis (5/8/2021).

Theresia menyebut saat ini banyak orang khusus wanita yang mengalami stres dan depresi akibat pandemi COVID-19 lantaran harus menafkahi keluarga hingga urusan rumah tangga. Dinar Candy pun disebut salah satu contoh yang salah mengambil keputusan lantaran stres.

"Saat ini banyak orang terutama perempuan yang stres dan depresi di masa pandemi karena harus mencari nafkah dan mengurusi berbagai urusan domestik mulai dari cuci, masak, menemani anak belajar. stres dan depresi ini akan berkontribusi pada posisi pengambilan keputusan," ucapnya.

"Penting bagi pihak kepolisian untuk memahami situasi psikologis DC yang sedang stres akibat pandemi ini. Di masa pandemi ini banyak orang yang mengalami gangguan jiwa/psikologis dan menyebabkan kesulitan untuk membuat keputusan strategis," sambungnya.

Dia pun meminta agar pihak kepolisian lebih memilih memberikan konseling kepada Dinar Candy daripada mengedepankan hukum. Menurutnya penting agar aparat hukum di tengah pandemi saat ini mencari jalan lain selain hukuman.

"Isu mental health ini penting direspon dan mungkin yang dibutuhkan DC justru adalah konseling. Penting bagi pemerintah dan APH, dalam situasi pandemi ini mencari jalan lain dan menciptakan kondisi yang tidak menambah dampak psikologis dalam penerapan PPKM ini," ujarnya.

Simak video 'Meski Jadi Tersangka, Dinar Candy Tak Ditahan Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/gbr)