Jubir Luhut Tanggapi Demo Jokowi: Ikuti Saja Ketum HMI yang Sah!

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 08:21 WIB
Juru bicara Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi
Juru bicara Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi (Screenshot YouTube Setpres)

PB HMI Pimpinan Raihan Tepis Adanya Demo

Sikap berbeda ditunjukkan oleh PB HMI pimpinan Ketua Umum Raihan Ariatama. Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat PB HMI Imam R Nasution menyebutkan HMI di bawah pimpinan Ketum Raihan Ariatama tidak pernah mengeluarkan surat instruksi demo Jokowi. HMI kubu Raihan memilih membagikan bansos kepada masyarakat terdampak COVID-19.

"Kita dari PB HMI tidak ada ikut aksi besar aksi tanggal 6, 13, bahkan tanggal 16, karena pada saat ini kita dari PB HMI terkhusus di Bidang Soskesra sedang fokus agenda-agenda sosial, seperti distribusi bansos, advokasi masyarakat dalam menghadapi PPKM untuk memutus mata rantai COVID-19," kata Imam saat dihubungi, Rabu (4/8/2021).

"Kita tegaskan kembali, kita tidak (menerbitkan instruksi demo itu), karena kita harus bergotong royong untuk Indonesia tangguh dan tumbuh di bulan kemerdekaan ini," katanya.

Imam menyebut ada sekelompok orang yang mengklaim sebagai pengurus PB HMI. Namun Imam menegaskan bahwa hasil Kongres XXXI di Surabaya telah menetapkan Raihan Ariatama sebagai Ketua Umum PB HMI.

"Bagi saya hal itu tidak perlu diperdebatkan karena publik sudah tahu acara yang di Surabaya siapa yang membuka, dan menghadiri, yang saat ini dipimpin Saudara Ketua Umum Raihan Ariatama," katanya.

Dualisme HMI

Sebagaimana diketahui, HMI sudah terpecah menjadi dua, yakni HMI Dipo dan HMI MPO. Untuk HMI Dipo (selanjutnya disebut HMI saja) ternyata juga ada dualisme. PB HMI kini dipimpin Ketua Umum Raihan Ariatama. Namun Muis menyatakan Raihan Ariatama bukanlah Ketua Umum PB HMI yang sah.

"Kongres Surabaya (yang menyatakan Raihan sebagai Ketum) itu inkonstitusional," kata Muis, mahasiswa pascasarjana FISIP UI dan alumni Universitas Hasanuddin Makassar.

Pada mulanya, Muis dan Raihan sama-sama merupakan pengurus HMI pada periode sebelumnya, yakni Ketum Saddam Al Jihad (2018-2020). Namun selanjutnya dualisme terjadi setelah Saddam mundur pada Maret 2020. Muis menjadi Pj Ketum. Pada akhirnya, lewat Kongres XXXI HMI di Surabaya pada Maret 2021, terpilihlah Raihan sebagai Ketum.

"Tiba-tiba mereka menyelenggarakan Kongres, termasuk Kongres XXXI di Surabaya," kata dia.


(eva/gbr)