Walkot Makassar Kesal Kapal Isolasi COVID Ada Kecoak-Air Bermasalah

Ibnu Munsir - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 20:05 WIB
KM Umsini mulai beroperasi untuk isolasi mandiri warga Makassar positif COVID-19.
KM Umsini mulai beroperasi untuk isolasi mandiri warga Makassar positif COVID-19. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Wali Kota (Walkot) Makassar Ramadhan 'Danny' Pomanto kesal setelah kapal isolasi apung COVID-19 yang digagas belum sesuai dengan harapan. Danny kesal lantaran ditemukan ada kecoak dan kamar mandi hingga airnya bermasalah.

"Menyangkut basis kehidupan orang, air, toilet, kemudian ada kecoak. Ini kan sebenarnya bukan urusan kita, karena tidak masuk dalam Perjanjian dengan Pelni. Makanya saya telepon langsung tadi Kepala Cabang Pelni langsung," kata Danny ditemui di rumahnya, Rabu (4/8/2021).

Danny kemudian memerintahkan SKPD Pemkot Makassar ikut turun langsung agar masalah tersebut segera diselesaikan.

"Dan mestinya ini kan organisasi ini harus penanggung jawabnya dulu yang bicara. Tapi kalau terlalu lama begitu, terpaksa terlalu lama saya kesana, bisa langsung saya, saya ambil alih kalau ada hal yang begini," jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan koneksi Wi-Fi tak maksimal sehingga beberapa program imunitas bagi pasien COVID-19 tak berjalan.

"Kedua soal Wi-Fi ini juga termasuk dengan audio di atas, kita kan mau senam-senam, bagaimana mau senam-senam kalau tidak ada sound system-nya, makanya tadi saya perintahkan bawa mi televisi, bawa mi sound system, saya sudah bilang dari awal," katanya.

Dia mengatakan persoalan Wi-Fi akan diselesaikan hari ini sehingga kapal isolasi COVID-19 bisa diuji coba dalam waktu dekat.

"Juga dikatakan bahwa Wi-Fi bisa dipakai, tapi ternyata Wi-Fi-nya lemah, saya dijanji oleh infokom hari ini selesai, kenapa kalau Wi-Fi tidak jalan, program tidak jalan, inikan program sudah dibikin sama orang, motivator apa semua, program-program yang menarik, yang udah siap, baru mau dicoba uji coba dulu," tambahnya.

Masalah lain yang membuat Danny marah, yakni ada nakes yang tak dijemput sehingga harus menginap di kapal. Bahkan alat pancing yang disiapkan sebanyak 100 juga tak kunjung tiba.

"Ternyata sudah tadi solusinya dibantu oleh Angkatan Laut. Selesai, termasuk bahan bakarnya semua selesai. Jadi prinsipnya tadi sudah selesai semua. Mekanisme-mekanisme, pancing yang 100 belum datang sebentar juga sudah datang, kemudian hal-hal kecil kalau seprei, kemudian selimut dan bantal sudah ada di kapal semua," tambahnya.

Danny menyebut, kapal isolasi apung itu akan dievaluasi dalam tiga hari setelah beroperasi. Ia menyebut hari ini masalah tersebut sudah dapat diselesaikan.

"Tapi insyaallah satu dua hari ini selesai, artinya memang saya menargetkan tiga hari evaluasi, inikan sudah masuk hari ketiga dan insyaallah evaluasi tadi ini sudah jalan. Ini tadi malam baru ketemuan 3 pasien, artinya harus betul-betul kita harus mencari ini barang," ujarnya.

(jbr/hmw)