Perempuan Ditemukan Meninggal dengan Mulut Berdarah di Lokalisasi di Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 16:41 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi Jenazah (Thinkstock)
Denpasar -

Seorang perempuan berinisial H (51) ditemukan meninggal di lokalisasi, Jalan Padang Galak, Kota Denpasar, Bali. Mulut perempuan asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, itu dalam keadaan berdarah.

"Bertempat di Jalan Padang Galak, Dentim, telah terjadi peristiwa penemuan mayat dengan identitas korban atas nama Haryani," kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (4/8/2021).

Namun Sukadi mengaku belum mendapatkan laporan lengkap mengenai penemuan mayat tersebut. Karena itu, hingga saat ini belum diketahui penyebab kematiannya.

Sukadi menuturkan, berdasarkan keterangan pengelola lokalisasi, S alias Nur (40), korban tinggal di sana sejak dua bulan lalu.

Polisi menyampaikan keterangan Nur, di mana dirinya mendengar suara orang minta tolong pada pukul 09.30 Wita. Seusai mandi, Nur kemudian mengecek asal suara, yakni kamar korban.

"Saksi melihat korban dalam posisi tidur miring, dan terlihat bahwa mulut korban sudah dalam posisi miring. Namun masih dalam keadaan hidup/bernyawa," terang Sukadi

Nur kemudian berusaha menolong korban dengan mengambilkan air putih. Setelah itu meninggalkan korban.

Polisi olah TKP penemuan mayat wanita yang ditemukan dalam kondisi mulut berdarah (dok Istimewa)Polisi olah TKP penemuan mayat wanita yang ditemukan dalam kondisi mulut berdarah (dok Istimewa)

Beberapa saat kemudian Nui mengecek kembali keadaan korban, Nur mendapati bahwa dari mulut korban sudah mengeluarkan darah. Karena ketakutan melihat hal tersebut, dia kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar.

Korban Sempat 'Layani' Bule

Sebelum meninggal, wanita itu ternyata sempat melayani tamu seorang warga asing atau bule. Korban ditemukan berada di atas kasur menggunakan daster warna putih dengan corak ungu.

"Kronologis singkat (wanita tersebut) selesai melayani tamu bule," kata Sukadi.

Tim identifikasi Polresta Denpasar tak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ini dokter masih memeriksa untuk memastikan penyebab kematian korban.

Sukadi menuturkan, berdasarkan keterangan pengelola lokalisasi, S alias Nur (40), korban tinggal di sana sejak dua bulan lalu. Kepada polisi, Nur mengaku mendengar suara orang minta tolong pada pukul 09.30 Wita.

Seusai mandi, Nur mengecek sumber suara dan didapati korban masih hidup. Dia sempat berusaha menolong korban dengan mengambilkan air putih.

Beberapa kembali, Nur melihat korban sudah tak bernyawa dengan kondisi mulut mengeluarkan darah. Dia lalu meminta bantuan kepada warga sekitar.

(aud/aud)