Perempuan yang Ditemukan Tewas Terkubur di Sleman Korban Pembunuhan

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 19:12 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi mayat. (Foto: Thinkstock)
Sleman -

Misteri kematian perempuan asal Klaten berinisial DLP (21) yang ditemukan terkubur di Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai terurai. Polisi menyebut DLP merupakan korban pembunuhan.

"(Kasus) Ngemplak pembunuhan," kata Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi saat ditemui di Mapolsek Depok Barat, Jumat (30/7/2021).

Wachyu mengatakan dari hasil pemeriksaan di mayat korban terdapat bekas luka akibat benda tumpul. Salah satu luka ditemukan pada kepala korban.

Selain itu, polisi juga sudah mengantongi identitas terduga pelaku pembunuhan.

"Sudah mengarah ke seseorang ini masih kita cari. Kemungkinan mereka saling mengenal," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, mayat perempuan yang awalnya tak diketahui identitasnya itu ditemukan oleh warga, Sabtu (24/7) siang. Korban ditemukan dalam kondisi terkubur di Padukuhan Ngemplak Asem, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Kapolsek Ngemplak AKP Endar Isnianto menyebut identitas korban yakni perempuan itu yakni berinisial DLP (21) warga Klaten, Jawa Tengah.

"Kalau namanya benar (DLP)," kata Kapolsek Ngemplak AKP Endar Isnianto saat dihubungi wartawan, Minggu (25/7).

Endar mengatakan jika sebelumnya telah menghubungi pihak keluarga korban untuk memastikan identitas jenazah tersebut. "Iya (sudah kami hubungi pihak keluarga)," ucapnya.

Lebih lanjut, Endar mengatakan saat ditemukan jenazah diperkirakan sudah membusuk selama beberapa hari. Selain itu, mayat perempuan itu ditemukan hanya mengenakan celana dalam.

"Sudah membusuk sekitar 3-4 harian dan hanya (mengenakan) CD (celana dalam) aja," katanya.

Keluarga menyebut DLP pergi dari rumah sejak Kamis (15/7) sendirian dengan sepeda motor. "Perginya hari Kamis tanggal 15 Juli. Pergi bawa sepeda motor dan HP, yang tahu perginya adiknya paling kecil," kata ayah korban, Slamet, saat ditemui detikcom di rumah duka, Senin (26/7).

Slamet menyebut saat pergi, anak keduanya itu sempat berpamitan pada tunangannya lewat ponsel. Kala itu korban pamit pergi ke rumah temannya untuk meminjam uang.

"Cuma pamit ke lakinya, katanya mau nyari duit ke temanya. Siapa temannya tidak ada yang tahu," jelasnya.

(sip/ams)