Sopir Ambulans Bohong Jemput Pasien Gegara Panik Video Dihadang Sedan Viral

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 18:48 WIB
Close up of a computer keyboard with word of hoax on the red button
Ilustrasi hoax (Foto: Getty Images/iStockphoto/CreativaImages)

Awal Mula Kasus

Kasus ini bermula dari sebuah video viral di media sosial memperlihatkan mobil sedan menghalangi ambulans yang sedang melintas. Mobil tersebut enggan minggir, padahal ambulans sudah menyalakan sirene.

Dalam video tersebut, tampak sebuah mobil sedan berwarna biru tua melaju di jalur sebelah kanan jalan dan menghalangi ambulans. Mobil itu tampak tidak mengerem maupun mengurangi kecepatan.

Tak lama kemudian, mobil sedan itu akhirnya mengambil lajur kiri sambil melaju di samping ambulans. Peristiwa itu disebut terjadi pada Rabu (28/7) di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Pamulang, Tangerang Selatan.

"Woi gua viralin lo gua viralin lo, masuk nih TV," ujar pria perekam video di dalam ambulans yang dilihat detikcom, Jumat (30/7).

Kernet ambulans, Bagus (20), menceritakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/7) malam. Saat itu, dia bersama sopir ambulans bernama Elzan hendak menjemput pasien di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

"Pertama saya ditelepon dari pihak keluarga suruh menjemput pasien dengan status kritis. Dari Ciledug, menuju Perumahan Kemang Raya Residence, Sawangan, Depok," ujar Bagus saat dimintai konfirmasi, Jumat (30/7).

Temuan Polisi

Polisi menyampaikan sopir ambulans yang mengaku dihalangi oleh mobil sedan di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) berbohong. Ambulans ternyata tidak sedang menjemput pasien kritis.

"Sementara kami menduga adanya penyebaran berita bohong dari pihak ambulans berdasarkan hasil klarifikasi dan dari sopir maupun dari driver ambulans tersebut sudah mengakui bahwa mereka membuat berita bohong," kata Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Dicky Sutarman kepada wartawan, Selasa (3/8).

Dicky menjelaskan ambulans tidak sedang melaksanakan tugas sehingga tidak masuk dalam kategori prioritas saat peristiwa viral itu terjadi. Polisi mendapatkan fakta dari pihak RT/RW setempat soal tidak ada pasien seperti yang disampaikan sopir ambulans.


(haf/haf)