Sumpah Jabatan Penyelidik-Penyidik Lolos TWK, Firli Bahuri Titip Pesan Ini

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 16:37 WIB
Sumpah Jabatan Penyelidik-Penyidik Lolos TWK,
Sumpah Jabatan Penyelidik-Penyidik Lolos TWK (Dok. Istimewa)
Jakarta -

KPK menggelar upacara pengukuhan dan pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik KPK yang lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat menjadi ASN. Upacara ini dipimpin langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri di Aula Gedung Merah Putih KPK.

"Peralihan status pegawai KPK menjadi ASN jangan menjadi hambatan untuk melakukan pemberantasan korupsi. Rakyat mengharapkan Anda semua mampu melaksanakan tugas pokok KPK tanpa terpengaruh kekuasaan apa pun. Baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif," ujar Firli dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Sebanyak 78 penyelidik dan 112 penyidik itu hadir pada sumpah jabatan itu. Pengukuhan itu juga disaksikan oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya H Harefa selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi, Karyoto.

Firli mengatakan pengukuhan dan pengambilan sumpah kembali ini merupakan konsekuensi peralihan pegawai KPK yang kini telah menjadi ASN. Firli berharap peralihan status ASN ini tidak mempengaruhi semangat pegawai KPK dalam melaksanakan tugas pemberantasan korupsi.

Upacara yang berlangsung secara daring dan luring ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. Sebanyak 50 orang penyidik dan penyelidik mengikutinya secara langsung di lokasi, sedangkan 140 pegawai lainnya mengikuti secara daring.

Dalam hal ini, Firli menaruh harapan besar di pundak para pegawai KPK. Dia mengatakan, meski dengan jumlah SDM yang terbatas, diharapkan tetap mampu memberikan daya upayanya untuk memberantas korupsi.

Sumpah Jabatan Penyelidik-Penyidik Lolos TWK,Sumpah Jabatan Penyelidik-Penyidik Lolos TWK (Dok. Istimewa)

Para penyelidik dan penyidik yang hari ini dilantik juga diingatkan kembali oleh Firli bahwa keberadaan KPK adalah untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945, yaitu rakyat memberikan mandat kepada KPK untuk memberantas korupsi.

Firli menyebut korupsi bukanlah sekadar kejahatan yang luar biasa, merugikan keuangan dan perekonomian negara, namun korupsi juga bisa menggagalkan tujuan negara yang kita cita-citakan.

"Pimpinan boleh saja silih berganti, tetapi yang pasti tugas pemberantasan korupsi tidak pernah berganti. Undang-undang boleh saja berubah, tetapi tugas pokok KPK jangan pernah terdegradasi," jelas Firli.

(yld/dhn)