Duo PDIP Kritik Pemerintah, Demokrat: Mereka Khawatir!

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 12:34 WIB
Komisi II DPR melakukan rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan  Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2019). Rapat tersebut membahas  pembubaran  Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam dan mengurai benang kusut terkait dualisme kepemimpinan di kota yang masuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau itu.
Herman Khaeron (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Dua legislator PDIP Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu mengkritik pemerintah yakni Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Partai Demokrat meminta kritik itu harus dijadikan vitamin bagi pemerintah agar kinerja lebih efektif dan terukur.

"Saya tidak mengetahui apa maksud dan tujuan mereka, tetapi mestinya dipahami oleh pemerintah bahwa kritik adalah vitamin dan bentuk partisipasi masyarakat, agar kinerja lebih efektif dan terukur," kata Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron, kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Herman menilai kritik Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu merupakan bentuk refleksi dan kekhawatiran penanganan COVID-19. Herman mengatakan siapapun bisa saja mengkritik, termasuk mereka yang berada di pihak pemerintah.

"Saya kira kritik yang disampaikan Mas Effendi Simbolon merupakan refleksi dan kekhawatiran terhadap penanganan COVID-19 dan situasi yang berkembang saat ini. Wajarlah, baik Mas Effendi maupun Masinton sebagai warga masyarakat menyampaikan kritik ini," ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR ini mengatakan suara kekhawatiran itu memang wajar untuk disuarakan. Jangan sampai menurutnya, penanganan COVID-19 sejauh ini hanya membuang anggaran sedangkan masyarakat masih dihantui ketakutan.

"Hal ini pula yang tentu disuarakan oleh masyarakat lainnya, termasuk kami. Kami juga khawatir jika penanganan COVID-19 ini tidak efektif, berkepanjangan, dan hanya buang-buang anggaran negara, pada sisi lain rakyat dihantui ketakutan terpapar COVID-19," ujarnya.

"Dan jika penanganan pandemi COVID-19 ini tidak efektif dan berkepanjangan dipastikan akan berdampak kepada sendi-sendi kehidupan lainya. Terutama aspek ekonomi dan kemampuan masyarakat bertahan dengan situasi ini. Harus ada cara tepat dan terukur, sehingga memberi kepastian pada masyarakat kapan pandemi COVID-19 terkendali," ujarnya.

Tonton video 'Sederet Alasan Jokowi Hingga Putuskan Lanjutkan PPKM Level 4':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)