Ketua PKB Sebut Kritik Duo PDIP sebagai Vitamin buat Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 12:19 WIB
Faisol Riza Pimpin Rapat Komisi VI DPR RI
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Kinerja pemerintah menangani pandemi dikritik politikus koalisi pendukungnya, yaitu oleh duo politikus PDIP Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu. Ketua PKB Faisol Riza menilai kritik keduanya sah-sah saja.

"Kritik itu vitamin agar kita bisa mengoreksi kesalahan-kesalahan dan tidak mengulangnya lagi, tapi kalau tidak ada yang salah, kerjakan saja sampai berhasil," kata Faisol saat ditanya pendapatnya soal kritik duo Effendi dan Masinton, Selasa (3/8/2021).

Faisol mengatakan yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi sebenarnya sudah sangat luar biasa. Kerja keras dari tahun lalu hingga hari ini, dia melanjutkan, menunjukkan pemerintah bertanggung jawab penuh.

"Walaupun sempat ada ledakan bulan lalu, tapi pemerintah tetap bekerja keras menekan dan cukup berhasil. Tidak mudah dengan semua keterbatasan yang ada, terutama di bidang anggaran, sulitnya vaksinasi, dan lemahnya sektor farmasi," ujar Ketua Komisi VI DPR ini.

Lebih jauh, Faisol mengatakan ada cacat dalam Perppu Corona yang kini sudah menjadi undang-undang. Dia menilai cacat itulah yang menghambat hasil maksimal dari kerja keras pemerintah.

"Sejak awal saya mengusulkan agar ada revisi UU Otonomi Daerah di mana sektor kesehatan harus dikategorikan sebagai sektor vital dan hierarkinya langsung di bawah pemerintah pusat, sehingga kendali rantai komando jelas. Ini yang lupa ketika pemerintah menyusun perppu," ujar aktivis yang sempat diculik di zaman Orba ini.

Jika sektor kesehatan di bawah pemerintah pusat, dia melanjutkan, seluruh dinas, rumah sakit, dan puskesmas bisa dijangkau oleh Kemenkes dan pemerintah pusat. Saat ini, menurut Faisol, rantai komando penanganan pandemi mengalami kemacetan.

"Sekarang pemerintah pusat terpaksa menggunakan TNI-Polri untuk vaksinasi dan pembagian sembako. Itu artinya rantai komando macet," ulasnya.

"Jadi, kritik Effendi Simbolon dan Masinton penting untuk melihat di mana kemacetan-kemacetan itu. Walaupun kritik itu terlalu tidak melihat kerja keras pemerintah," pungkas Faisol.

Simak video 'Sederet Alasan Jokowi hingga Putuskan Lanjutkan PPKM Level 4':

[Gambas:Video 20detik]



(tor/gbr)