Serangan Duo Effendi-Masinton Dinilai Cara PDIP Jaga Jarak dari Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 11:53 WIB
Massa DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur (Jaktim) melakukan longmarch dari Jalan Matraman Raya menuju Polres Jakarta Timur.
Ilustrasi bendera PDIP (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Duo kader PDIP, Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu, kompak mengkritik pemerintah terkait penanganan pandemi Corona. Effendi terang-terangan mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi), sedangkan Masinton menyentil Luhut Binsar Pandjaitan. Ada apa di balik manuver Effendi dan Masinton?

"PDIP mencoba mencari langkah aman, dengan tidak membela kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 ini secara membabi buta," kata Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs Ahmad Khoirul Umam kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Menurut doktor politik lulusan University of Queensland ini, sikap Effendi dan Masinton muncul karena PDIP melihat celah negatif dalam pendekatan pemerintah untuk menangani pandemi Corona. PDIP disebut ingin sedikit menjaga jarak.

"Hal itu mengindikasikan bahwa PDIP juga telah melihat sejumlah celah-celah kelemahan pendekatan pemerintah, baik dalam penanganan pandemi maupun penyelamatan ekonomi," ujar Umam.

Ahmad Khoirul UmamAhmad Khoirul Umam (Ari Saputra/detikcom)

"Dengan berstrategi mengambil jarak dari pemerintah, PDIP bisa terhindar jika masyarakat Indonesia kelak menyalahkan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi yang telah mengorbankan nyawa rakyat yang tidak tertangani secara medis dengan memadai," imbuhnya.

Pengajar di Universitas Paramadina ini menyebut PDIP seperti sedang menyiapkan kapal penyelamat atau sekoci jika melihat komentar-komentar Effendi Simbolon dan Masionton Pasaribu. Sekoci ini disebutnya dibutuhkan andai kritik masyarakat kepada pemerintah soal Corona semakin menjadi-jadi.

"Penilaian kritis terhadap kualitas kinerja pemerintah itu kini sudah mulai bermunculan dari kalangan masyarakat sipil maupun media-media di luar negeri. Dengan demikian, sejumlah komentar kritis para politisi PDIP merupakan ikhtiar untuk menyediakan 'sekoci' jika arus kritisisme masyarakat terus berkembang dan dampak sosial-ekonomi akibat pandemi semakin tidak terkendali," ujar Umam.

Kritik Effendi Simbolon kepada Jokowi ini terkait penilaian epidemiolog soal kemungkinan Indonesia masuk jebakan pandemi. Sementara itu, Masinton Pasaribu, yang menanggapi kritik Effendi Simbolon, malah menyalahkan Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan. Masinton menyebut kritik Effendi Simbolon tak khusus untuk Jokowi.

"Ada Menko yang ditunjuk sebagai koordinator dalam penanggulangan COVID di beberapa provinsi dan mengkoordinir penerapan PPKM, justru hasilnya di beberapa provinsi yang dikoordinir malah terjadi lonjakan dan fasilitas medis untuk perawatan tidak siap. Mengabaikan kerja mitigasi penanggulangan COVID dan terlalu reaksioner menanggapi kritik dan masukan dari masyarakat, ngoceh sendiri tak ada solusi," ujar Masinton.

Simak video 'Sederet Alasan Jokowi Hingga Putuskan Lanjutkan PPKM Level 4':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)