Pengelola GBK Bantah Satpam di Sentra Vaksinasi Keroyok Mahasiswa

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 22:25 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. detikcom)

Pihak pengelola GBK sendiri saat ini tengah melakukan penyelidikan internal terkait kasus tersebut. Tri memastikan ada sanksi yang bakal diberikan bagi petugas yang melanggar hukum.

"Petugas keamanan kami yang melakukan refleks pemukulan tersebut tentunya akan kami mintai keterangan juga dan sanksi jika terbukti petugas keamanan kami melanggar SOP yang berlaku," katanya.

Kasus Diselidiki Polisi

Kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan satpam sentra vaksinasi di Gelora Bung Karno terhadap mahasiswa bernama Zaelani (26) kini tengah diusut polisi. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan.

"Dari pelapor (sudah diperiksa). Kita juga sudah visum. Nanti saksi lagi. (Sekarang) sudah tiga orang (diperiksa)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana saat dihubungi, Senin (2/8).

Pengacara Zaelani, Rezekinta Sofrizal Nasution mengatakan kliennya sempat menghubungi nomor hotline terkait informasi sertifikat vaksin COVID-19 itu dan mengarahkan Zaelani untuk meminta ke tempat dia mendapatkan vaksin.

Kliennya lalu mendatangi sentra vaksinasi GBK tempatnya mendapatkan vaksin COVID-19. Namun di sana kliennya tidak mendapatkan kejelasan perihal sertifikat tersebut.

Zaelani lalu didatangi oleh 6 satpam di lokasi. Setelah sempat berselisih paham, Rezekinta mengatakan kliennya dipukul dan diintimidasi oleh para satpam di lokasi.

"Jadi memang perasaan dia ada yang mukul satu. Jadi dipukul sekali pelipisnya langsung keluar darah dan keluar darah juga dari hidung. Yang lainnya ada yang melempar pakai handphone, tapi dia sempat menghindar," kata Rezekinta saat dihubungi.


(ygs/fas)