Luhut Target Jakarta-Bali Capai Herd Immunity Agustus 2021

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 23:38 WIB
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Jakarta -

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan Jakarta dan Bali mencapai kekebalan komunal (herd immunity) atas COVID-19 pada Agustus nanti. Dia meminta program vaksinasi terus dikebut.

"Tadi mengenai jumlah yang divaksin di DKI sudah cukup banyak 4,72 juta. Dan kita mau, Agustus ini, Jakarta dan Bali sudah herd immunity. Jadi jumlahnya akan kita kejar," kata Luhut dalam siaran langsung di kanal YouTube Kemenko Marves, Senin (7/5/2021).

Diketahui, Luhut juga menjabat Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali.

Dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus mendorong warga Ibu Kota mengikuti program vaksinasi COVID-19. Dia memuji program vaksinasi COVID-19 yang dijalankan di DKI Jakarta.

"Sehingga program Pak Anies sudah bagus, kelurahan-kelurahan itu sudah ada pos-pos vaksinasi, sehingga angka 200-260 ribu per hari bisa ditargetkan DKI," tambahnya.

Dalam jumpa pers ini, Luhut meminta para kepala daerah dan pimpinan TNI-Polri untuk teguh dalam menerapkan penyekatan di masa PPKM darurat. Dia ingin agar pergerakan warga masuk ke Jakarta dapat ditekan.

"Jadi sekali lagi, 72 titik penyekatan itu, supaya tetap dan nanti disosialisasi, supaya dari Bogor tak lagi ke sini. Tadi saya sudah bicara dengan Bupati Bogor dan Wali Kota Bogor untuk mereka juga memperhatikan ini," ucapnya.

Selain itu, Luhut mengaku sudah berbicara dengan Ida Fauziyah. Dia meminta tak ada perusahaan yang memecat karyawan di masa PPKM darurat ini.

"Kita jangan goyang dengan penyekatan ini. tapi dengan ini, saya tadi telepon Bu Menaker untuk juga memberi tahu perusahaan untuk tidak memecat pegawainya. Supaya sama bahasa kita," ungkapnya.

Vaksinasi COVID di DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga mendaftar vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Hal itu, kata Anies, agar warga tidak lagi perlu mengantre untuk mendaftar di lokasi vaksinasi COVID-19.

"Kepada seluruh masyarakat silakan gunakan aplikasi JAKI untuk mendaftar vaksinasi bisa dilakukan di mana saja, sehingga anda tidak perlu mendaftar mengantre," kata Anies saat meninjau vaksinasi massal di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (4/7).

Anies menjelaskan, melalui aplikasi JAKI, warga dapat memilih lokasi dan waktu vaksinasi COVID-19. Warga berusia di atas 12 tahun hanya perlu datang ke lokasi sesuai waktu yang tertera di dalam formulir online.

"Dari rumah buka aplikasi, pilih lokasi pilih waktu lalu datang di waktu yang sudah disepakati," ujarnya.

"Dengan begitu kita bisa sama-sama melindungi seluruh masyarakat Jakarta, siapa pun di atas usia 12 tahun silakan manfaatkan aplikasi JAKI itu," sambung Anies.

Anies mengatakan saat ini pemerintah tengah berupaya menumbuhkan imunitas melalui vaksinasi. Menurutnya, cara ini lebih baik ketimbang harus terpapar COVID-19 demi mendapatkan imunitas.

Anies menargetkan 1,3 juta anak di Jakarta disuntik vaksin Corona. Jenis vaksin yang disuntikkan ke anak-anak ialah Sinovac.

"Saat ini kita baru vaksin anak usia 12 sampai di bawah 18 tahun. Jadi 12-17 yang divaksin. Targetnya seluruh anak di Jakarta jumlahnya ada 1,3 juta anak di Jakarta," kata Anies saat peninjauan vaksinasi anak di SMAN 20 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (1/7).

Tonton juga Video: Luhut Sebut 90% Varian Delta Sudah Kepung Jakarta

[Gambas:Video 20detik]




(jbr/zak)