Kasus Pengancaman Jerinx, Polisi Tentukan Tersangka Akhir Pekan Ini

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 15:22 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kasus dugaan ancaman kekerasan melalui media elektronik yang dilakukan musikus Jerinx kepada selebgram Adam Deni mulai memasuki babak akhir. Pekan ini polisi bakal menentukan ada-tidaknya tersangka dari kasus tersebut.

"Kita akan merencanakan kalau sudah lengkap, insyaallah nanti hari Jumat atau Sabtu (pekan ini) akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/8/2021).

Polisi sebelumnya telah memeriksa Adam Deni sebagai pelapor dan Jerinx sebagai pelapor pada Juli 2021. Sejumlah barang bukti dari keduanya pun telah disita polisi.

Handphone dari masing-masing milik Jerinx dan Adam Deni telah disita penyidik. Bahkan, istri dari Jerinx, Nora Alexandra, masuk saksi yang turut diperiksa.

"Handphone milik istri Saudara J ini adalah handphone yang digunakan Saudara J untuk melakukan pengancaman terhadap pelapor. Sehingga kita perlu memeriksa istri Saudara J sebagai saksi dan menyita handphone-nya," terang Yusri.

Sebelum melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka, polisi telah menjadwalkan pemeriksaan kepada sejumlah saksi ahli. Para saksi ahli itu direncanakan mulai diperiksa pada awal pekan ini.

"Rencana minggu ini kami masih akan memeriksa saksi-saksi ahli lagi. Karena ini sudah naik tingkat penyidikan sehingga perlu memeriksa saksi-saksi ahli. Mulai dari ahli bahasa, ahli pidana juga ahli IT dan ada beberapa saksi ahli yang lain yang menurut penyidik memang diperlukan," papar Yusri.

Kasus ini bermula dari saling lempar komentar yang dilakukan kedua belah pihak di Instagram. Namun, saat Instagram Jerinx tiba-tiba menghilang, Jerinx kemudian menelepon Adam Deni dan melakukan ancaman kekerasan.

Pihak Adam Deni sendiri mengaku sempat mengupayakan mediasi kepada pihak Jerinx. Namun upaya mediasi berakhir sia-sia dan tidak menemukan kesepakatan.

Rekaman ancaman kekerasan yang dilakukan Jerinx itu kemudian menjadi bukti Adam Deni melaporkan musikus tersebut ke kepolisian.

Dalam kasus ini Jerinx dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 335 KUHP dan Pasal 29 UU ITE juncto Pasal 45 B UU 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

(ygs/knv)