Pedagang Tekstil Pasar Baru soal Nasib PPKM Level 4: Jangan Diperpanjang

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 13:33 WIB
Kondisi pasar baru di tengah PPKM level 4 (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Kondisi pasar baru di tengah PPKM level 4 (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Nasib PPKM Level 4 direncanakan akan diumumkan hari ini. Pedagang tekstil di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Jakpus), meminta pemerintah agar PPKM tidak diperpanjang lagi.

"Kalau perpanjang... aduh. Kita makan apa? Kita dirumahkan lagi. Yang ribet itu, bolehlah ditutup tokonya. Kita kan ada online. Nah kalau sewaktu-waktu online banyak, kita dipanggil (untuk kirim barang), itu yang transportasinya (penyekatan) nggak usah ada surat-surat, ribet bikinnya," ujar Ema saat ditemui di Pasar Baru, Senin (2/8/2021).

Ema mengatakan dirinya sempat dirumahkan selama sebulan akibat PPKM karena toko tempatnya bekerja tutup. Dia mengaku stres pemasukannya dipotong, padahal banyak kebutuhan yang harus dibayar, seperti biaya kontrakan dan sekolah online anak.

Lebih lanjut, Ema menyebut para pejabat tidak tahu bagaimana rasanya dirumahkan tanpa diberi gaji. Ema berharap PPKM tidak lagi diperpanjang.

"Ya harapan saya jangan diperpanjang. Kasihan nasib rakyat kecil. Kalau pejabat kerja di kantoran enak, dia dirumahkan gaji masih ada. Lah kita? Kuli-kuli gini mana ada. Apalagi yang nggak kuat. Teman saya stres, belum bayar kosan. Kerja di toko-toko kayak gini juga," tuturnya.

Berdasarkan keterangan Ema, ruko di Pasar Baru harus tutup pukul 15.00 WIB. Pasalnya, ada Satpol PP yang berkeliling secara diam-diam mencari ruko yang masih membandel.

Suatu ketika, kata Ema, ada salah satu toko tekstil di Pasar Baru yang buka sampai pukul 18.00 WIB. Pemilik toko itu pun dikenai denda Rp 50 juta.

"Cerita denda itu nyebar ke mana- mana. Akhirnya ya sudah kita nurut, kasihan bos juga omzet sudah nggak ada. Makin kasihan kalau harus didenda," ucap Ema.

Ema, yang merupakan warga Bogor, Jawa Barat, juga menceritakan dirinya tidak pernah mendapat bansos. Ema hanya sesekali mendapatkan bantuan dari saudaranya.

Sementara itu, Tono (bukan nama sebenarnya), yang juga pedagang tekstil di Pasar Baru, mengeluhkan sepinya pengunjung. Tono menyampaikan masyarakat juga sedang susah, sehingga kebutuhan pakaian tidak terlalu dibutuhkan.

"Semenjak PPKM kayaknya nggak penting deh buat beli baju-baju gitu. Paling dia buat acara tertentu kayak nikah, nyari bahan buat kain kafan, itu penting. Kalau baju nggak penting. Mikirin perut aja udah lagi keadaan gini," kata Tono.

Tono berharap PPKM tidak diperpanjang. Selama PPKM, Tono mengklaim mendapat pemotongan gaji.

"Janganlah, saya nggak digaji ini. Sudah 10 tahun saya kerja di sini, kita karyawan tinggal bertiga. Banyak yang keluar," imbuhnya.

Seperti diketahui, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 membolehkan pasar beroperasi. Pasar diizinkan buka dengan jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas dan batas waktu serta mematuhi protokol kesehatan.

PPKM Level 4 ini akan berakhir hari ini. Pemerintah pun akan segera mengumumkan apakah akan memperpanjang PPKM Level 4 atau tidak.

"Iya rencananya demikian (nasib PPKM level 4 diumumkan besok)," kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi kepada detikcom, Minggu (1/8).

Simak Video: Wagub DKI soal Nasib PPKM Level 4: Kita Tak Ingin Dahului, Tunggu Pak Jokowi

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)