Heboh Kabar Efikasi Sinovac Turun Usai 6 Bulan, Menkes Tunggu Final Report

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 12:31 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: detikcom)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menjawab heboh kabar efikasi vaksin COVID-19 Sinovac yang disebut turun usai enam bulan penyuntikan. Budi masih menunggu laporan final soal uji klinis 3 yang akan keluar akhir tahun ini.

"Bapak/ibu beredar semua berita mengenai efikasi vaksin, nah saya mesti tegaskan di sini efikasi vaksin atau periode tahannya vaksin baru akan keluar secara formal sesudah selesainya final report uji klinis 3, diperkirakan akan keluar sekitar akhir tahun ini untuk vaksin-vaksin yang pertama kali dilaunch akhir tahun yang lalu," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Budi menyampaikan tulisan dan analisis mengenai efikasi vaksin yang muncul belakangan ini belum resmi. Setelah keluar laporan uji klinis 3, barulah langkah-langkah penanganan dilakukan.

"Jadi seinget saya yang pertama kali keluar itu Pfzier, kemudian AstraZeneca. Jadi Pfizer dan AstraZeneca baru keluar final report uji klinis 3 nya ini di kuartal 4 tahun ini, apakah ada data yang lain? ada, cuman data itu data adhoc data yang belum formal," ujar Budi.

"Kita sampaikan bahwa semua analisa, tulisan itu adalah analisa dan tulisan yang tidak resmi, karena yang resmi baru bisa disimpulkan setelah final report uji klinis 3 itu keluar. Sinovac sepemahaman saya juga baru keluar di akhir tahun ini, di akhir tahun inilah kita tahu dan sesudah itu kita akan memberikan langkah-langkah penanganannya seperti apa," sambung Budi.

Namun sebelum laporan final uji klinis itu keluar, Budi meminta semua pihak tetap tenang. Dia juga mengimbau berita yang disebarkan adalah berita yang terbukti secara ilmiah.

"Tapi sebelum itu terlampau banyak spekulasi akan membingungkan rakyat sehingga saya minta teman-teman media untuk memastikan kita menyebarkan berita-berita yang secara ilmiah, secara bukti ilmiahnya benar dan pasti, harus pasti," ujar Budi.

Tonton Video: Pakar Menilai 2 Dosis Vaksin Sinovac Masih Bisa Proteksi

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)