Menkes: COVID Bukan Aib, Fatality Lebih Rendah dari TBC-HIV/AIDS

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 12:11 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penyebab lonjakan angka kematian akibat COVID. Keterlambatan penanganan di rumah sakit jadi salah satu alasannya dan Menkes meminta warga tidak takut melapor jika terinfeksi.

Dalam jumpa pers virtual, Senin (2/8/2021), Menkes menyebut rata-rata orang meninggal akibat COVID di IGD rumah sakit mendadak jadi lebih cepat dari 8 hari menjadi 3-4 hari. Data ini membuat Kemenkes heran.

"Ternyata kita lihat fakta berikutnya adalah orang masuk rumah sakit dulu tuh saturasinya masih 93, 92, 90, sekarang orang masuk rumah sakit sudah 70 saturasinya, sudah 80. Itu sudah telat sekali," kata Menkes.

Dengan saturasi di bawah angka 90, Menkes menyebut virus sudah menyebar ke dalam paru-paru dan menimbulkan sesak. Menkes melihat kemungkinan masyarakat malu melapor karena merasa COVID itu aib.

"Sehingga kita melihat, oh kematian ini terjadi karena satu, mungkin karena edukasi masyarakat perkiraan kita ya sehingga orang takut kalau kena COVID seperti aib gitu ya. Ya jangan," kata dia.

Menkes Budi berharap masyarakat yang terkena COVID tidak malu berobat ke rumah sakit jika saturasi sudah di bawah 90-an. Fatality COVID, disebut Menkes, lebih rendah dari TBC-HIV/AIDS dan dia yakin, jika pasien dirawat dengan cepat, seharusnya akan sembuh.

"COVID ini secara fatality lebih rendah daripada TBC kok, lebih rendah daripada HIV/AIDS. Jadi kalau dia dirawat dengan cepat harusnya bisa sembuh," kata Menkes.

"Nggak usah malu, nggak usah khawatir kalau kena. Yang penting lapor saja, begitu tes cepat-cepat tes, nggak usah takut dites. Begitu kita tahu, kita bisa tangani," ujarnya menegaskan.

(gbr/fjp)