Round-Up

Ratusan Mata Negara Pelototi di Mana Harun Masiku Berada

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 22:09 WIB
DPO Harun Masiku.
Foto: DPO Harun Masiku. (Situs resmi KPK).
Jakarta -

Belum usai kisah pelarian Harun Masiku. Kini tersangka KPK itu akan lebih sulit bergerak sebab mata-mata tersebar hingga mancanegara.

Mantan calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP itu resmi menyandang status tersangka sejak 9 Januari 2020. Namun jejaknya hilang ditelan bumi sejak saat itu hingga kini.

Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait urusan PAW (Pergantian Antar-Waktu) anggota DPR dari PDIP yang meninggal, Nazarudin Kiemas. Bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Namun, Harun Masiku diduga berupaya menyuap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan agar dapat menjadi PAW Nazarudin. KPK turut menduga ada keinginan dari DPP PDIP mengajukan Harun.

Ada empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Selain Harun dan Wahyu, ada nama Agustiani Tio Fridelina, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu dan berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu; serta Saeful, yang hanya disebut KPK sebagai swasta.

Harun Masiku entah di mana. Di sisi lain para tersangka lain sudah diadili, bahkan penerima suap yaitu eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan sudah dieksekusi ke Lapas Kedungpane Semarang pada 17 Juni 2021. Wahyu akan menjalani hukuman penjara selama 7 tahun.

Dalam kasus ini, Wahyu Setiawan bersama mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fredelina dinyatakan terbukti menerima uang SGD 19 ribu dan SGD 38.350 atau setara dengan Rp 600 juta dari Saeful Bahri. Suap tersebut diberikan agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan PAW anggota DPR Dapil Sumatera Selatan I, yakni Riezky Aprilia, kepada Harun Masiku.

Harun Masiku Masuk DPO Lalu Red Notice Interpol

Dicari-cari tak ketemu, Harun Masiku lantas dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 20 Januari 2020.

"Sudah DPO," kata Ketua KPK Firli Bahuri kala itu.

Kini Harun Masuki turut dicari melalui red notice Interpol. Selain itu, upaya pelacakan juga terus dilakukan KPK. KPK, kata Ali, bahkan telah menggandeng berbagai pihak dalam upaya serius memburu Harun Masiku.

"Informasi terbaru yang kami terima bahwa pihak Interpol benar sudah menerbitkan red notice atas nama DPO Harun Masiku," kata Ali Fikri, kepada wartawan, Jumat (30/7/2021).

"KPK terus bekerja dan serius berupaya mencari dan menangkap tersangka HAR yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai DPO KPK dalam perkara korupsi pergantian antarwaktu anggota DPR. Upaya pelacakan juga terus dilakukan KPK dengan menggandeng kerja sama para pihak, Bareskrim Polri, Dirjen Imigrasi Kemenkumham, serta NCB Interpol," imbuhnya.