Round-Up

Ragam Siasat Warga di Batas Laut saat Jakarta Diramalkan Tenggelam

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 21:05 WIB
Kampung Muara Baru, Jakut (Foto: Rakha/detikcom)
Foto: Kampung Muara Baru, Jakut (Foto: Rakha/detikcom)
Jakarta -

DKI Jakarta diramalkan bakal tenggelam beberapa tahun mendatang. Warga di perbatasan laut Jakarta pun memiliki beragam siasat agar rumahnya tak terendam.

Ramalan Jakarta bakal tenggelam itu sebelumnya disampaikan oleh sejumlah pihak. Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut Indonesia harus memindahkan ibu kotanya karena Jakarta diproyeksikan akan tenggelam.

Sebelum Biden, NASA dalam laporannya juga menyebut Jakarta sangat berisiko dan rentan tenggelam. Penyebabnya, kombinasi banyak faktor, perubahan iklim, jumlah penduduk yang terus bertambah, juga eksploitasi air di ibu kota RI itu.

Laporan senada disampaikan konsultan risiko Verisk Maplecroft. Dalam laporannya, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota yang paling berisiko cepat tenggelam. Ditambah banjir yang sering melanda, Jakarta diperkirakan akan tenggelam pada 2050.

Ramalan Jakarta bakal tenggelam tak hanya datang dari luar negeri. Kementerian PUPR juga pernah memproyeksikan Jakarta akan tenggelam pada 2050 atau bahkan bisa lebih cepat dari estimasi jika tak ada proyek giant sea wall atau tanggul laut 'Garuda Raksasa'.

Proyeksi serupa juga datang dari Bappenas. Bambang Brodjonegoro, yang kala itu menjabat Menteri PPN/Kepala Bappenas, mengungkapkan Jakarta bisa tenggelam pada 2030.

Di tengah ramainya proyeksi Jakarta bakal tenggelam, warga Kampung Muara Baru, Jakarta Utara pun mengungkap strateginya agar rumahnya tak tenggelam. Salah satunya, dengan menaikkan lantai rumahnya.

Erna (31) salah satunya. Warga yang tinggal di RT 15 RW 7 itu bahkan mengaku sudah 5 kali menaikkan tinggi lantai rumahnya agar tak terendam banjir yang datang setiap tahunnya.

"Ini dulu juga kosen ini dulu se-pinggang saya, tapi karena ditinggiin terus jadi rendah banget, dulu pas bangun rumah kosen se-pinggang sekarang sudah se-lutut," kata Erna saat ditemui detikcom di rumahnya di Muara Baru, Jakut, Minggu (1/8/2021).

Erna beserta keluarganya sudah hampir 40 tahun tinggal di Kampung Muara Baru yang berbatasan dengan lautan. Dia mengungkapkan, menaikkan lantai rumahnya menjadi salah satu cara agar rumahnya tak lebih rendah dari jalanan di luar.

"Makanya lantai dalam kita naikin juga itu sekitar 30 sentimeter. Karena kan di luar tinggi, dalam rendah pasti kegenang kalau banjir," katanya.

"Iya (tanah) turun, kan laut makin tinggi. Ya dari tanah juga air laut rembes, dari banjir, udahlah kalo musim ujan pasti ribet. 5 kali dinaikin tadinya yang dalam juga sama tingginya, berarti dalam udah 6 kali," lanjut Erna.

Kendati begitu, sejak dibangunnya tanggul laut di Muara Baru, Jakarta Utara, yang masuk proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), Erna mengaku rumahnya tidak lagi tergenang banjir separah sebelumnya. Sebelumnya, kata dia, rumahnya pernah terendam hingga setinggi dada orang dewasa.

"Pernah rumah ibu sampai se-dada, setiap tahun juga banjir. Nah kalau serkarang dibikin tanggul Alhamdulillah air laut kan jadi makin jauh, banjirnya masih tetap cuma nggak separah dulu," ujar Erna.

Simak juga video 'Pemprov DKI Diminta Buktikan Omongan Biden soal 'Jakarta Tenggelam'':

[Gambas:Video 20detik]