Strategi Warga Kampung Muara Baru Jakut di Tengah Proyeksi 'Jakarta Tenggelam'

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 15:31 WIB
Kampung Muara Baru, Jakut (Foto: Rakha/detikcom)
Foto: Kampung Muara Baru, Jakut (Foto: Rakha/detikcom)
Jakarta -

DKI Jakarta diproyeksikan akan tenggelam. Warga Kampung Muara Baru yang berada di pesisir Jakarta Utara pun memiliki strategi agar rumahnya tak terendam.

Strategi tersebut adalah dengan menaikkan lantai rumahnya. Erna (31) yang tinggal di RT 15 RW 7 bahkan mengaku sudah 5 kali menaikkan tinggi lantai rumahnya agar tak terendam banjir yang datang setiap tahunnya.

"Ini dulu juga kosen ini dulu se-pinggang saya, tapi karena ditinggiin terus jadi rendah banget, dulu pas bangun rumah kosen se-pingggang sekarang sudah se-lutut," kata Erna saat ditemui detikcom di rumahnya di Muara Baru, Jakut, Minggu (1/8/2021).

Erna beserta keluaganya sudah hampir 40 tahun tinggal di Kampung Muara Baru. Dia mengungkapkan, menaikkan lantai rumahnya menjadi salah satu cara agar rumahnya tak lebih rendah dari jalanan di luar.

"Makanya lantai dalam kita naikin juga itu sekitar 30 sentimeter. Karena kan di luar tinggi, dalam rendah pasti kegenang kalau banjir," katanya.

Kendati begitu, sejak dibangunnya Tanggul NCICD Muara Baru, Erna mengaku rumahnya tidak lagi tergenang banjir separah sebelumnya. Sebelumnya, kata dia, rumahnya pernah terendam hingga setinggi dada orang dewasa.

"Pernah rumah ibu sampai se-dada, setiap tahun juga banjir. Nah kalau serkarang dibikin tanggul Alhamdulillah air laut kan jadi makin jauh, banjirnya masih tetap cuma nggak separah dulu," ujar Erna.

Erna mengatakan, banjir rob yang menggenangi rumahnya disebabkan karena semakin turunnya permukaan tanah. Selain itu, air laut juga acapkali merembes dari dasar lantai rumahnya.

"Iya (tanah) turun, kan laut makin tinggi. Ya dari tanah juga air laut rembes, dari banjir, udahlah kalo musim ujan pasti ribet. 5 kali dinaikin tadinya yang dalam juga sama tingginya, berarti dalam udah 6 kali," ucap Erna.

Warga Kampung Muara Baru lainnya, Siti (52) juga melakulan hal serupa. Dia mengaku sudah beberapa kali meninggikan lantai rumahnya agar bisa terbebas dari banjir.

"Iya makanya saya tinggin. Udah berapa kali saya tinggin ada bahkan sebelum corona dari cucu saya karena kan ibunya udah meninggal uangnya saya pakai buat tinggiin rumah," ucap Siti.

Menanggapi perihal perkiraan 'Jakarta Akan Tenggelam' Siti sendiri pun hanya bisa berpasrah. Jika banjir rob masih sering datang, Siti menyebut hanya bisa meninggikan lagi lantai rumahnya.

"Ya kita nggak tahu juga mau gimana ya kan. Kita tiap hari kan cuma disini hidup, ya paling kalau banjir-banjir terus timbun lagi ini kaya sekarang rumah saya," kata Siti.

Tokoh masyarakat setempat Amir (80) mengatakan turunnya permukaan tanah sudah dirasakan warga Kampung Muara Baru sejak 10 tahun terakhir. Amir mengatakan, hal tersebut terjadi karena air laut lebih tinggi dari permukaan tanah.

"Iya kalau memang kondisi tanah ada penurunan. Jadi kebanyakan kenapa ini pintu kok nggak bisa dibuka atau kok ini renggang. Disitu kita sadar itu ada penurunan. Seperti ini, kan ini tanah ini, ini juga udah turun lagi. 10 tahunan lah," kata Amir.

"(Tanah) Lebih rendah dari air laut. Oh iya, silakan dicek ke sana, kelihatan air laut lebih tinggi daripada tanah yang di sini, jadi laut di atas kita di bawah," imbuh Amir.

Lebih lanjut, Amir menjelaskan, warga Kampung Muara Baru saat ini hanya bisa meninggikan lantai rumahnya untuk mengantisipasi banjir rob yang tiap tahun mengancam. Dirinya hanya bisa meminta semua warga tetap waspada soal adanya ancaman tenggelam.

"Jadi kita seperti di pinggiran sini kita ya timbun-timbun lagi. Jadi warga berpedoman dikasih tahu, jadi warga itu bisa waspada," ucap Amir.

Sebelumnya, proyeksi Jakarta tenggelam ini memang kerap disinggung berbagai pihak. Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyinggung soal Indonesia harus memindahkan ibu kotanya karena Jakarta diproyeksikan akan tenggelam.

Sebelum Biden, NASA dalam laporannya juga menyebut Jakarta sangat berisiko dan rentan tenggelam. Penyebabnya, kombinasi banyak faktor, perubahan iklim, jumlah penduduk yang terus bertambah, juga eksploitasi air di ibu kota RI itu.

Laporan senada disampaikan konsultan risiko Verisk Maplecroft. Dalam laporannya, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota yang paling berisiko cepat tenggelam. Ditambah banjir yang sering melanda, Jakarta diperkirakan akan tenggelam pada 2050.

Simak video 'Pemprov DKI Diminta Buktikan Omongan Biden soal 'Jakarta Tenggelam'':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)