Menengok Tanggul NCICD Muara Baru di Tengah Proyeksi 'Jakarta Tenggelam'

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 12:20 WIB
Tanggul NCICD Muara Baru (Foto: Rakha/detikcom)
Tanggul NCICD Muara Baru (Rakha/detikcom)
Jakarta -

DKI Jakarta diproyeksikan akan tenggelam. Lantas, seperti apa situasi di tanggul laut di Muara Baru, Jakarta Utara, yang masuk proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)?

detikcom menyambangi kawasan tanggul pada pukul 10.00 WIB, Minggu (1/8/2021). Tanggul tersebut memiliki tinggi kurang-lebih 4 meter. Tanggul yang pernah jebol pada 2019 tersebut tampak membentengi kawasan pesisir Jakarta Utara dari lautan.

Tampak sejumlah warga tengah beraktivitas di sekitar tanggul. Ada yang sedang mencari kerang hijau di pinggir tanggul dan ada pula yang asyik berjemur sambil bermain air.

Di bagian luar tanggul terlihat sejumlah warga sedang memancing dan menjaring ikan. Mereka tampak berjalan ke pesisir laut, lalu mulai menebar jaring. Bagi warga yang memancing, mereka tampak hanya duduk di pinggir tanggul.

Tanggul NCICD Muara Baru (Foto: Rakha/detikcom)Tanggul NCICD Muara Baru (Rakha/detikcom)

Di area Kampung Muara Baru, tepatnya di RT 15 RW 17, sejumlah warga tampak berkumpul di depan rumah. Ada yang sedang mencuci, berjualan makanan, atau sekadar mengobrol sesama warga.

Rumah-rumah di Kampung Muara Baru tampak sangat berdempetan. Jalan kampung juga hanya memiliki lebar 1,5 meter. Belum lagi banyaknya sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan membuat suasana padat semakin terasa.

Terpantau banyak warga yang melintasi area kampung dengan berjalan kaki. Sejumlah pemotor harus memperlambat kendaraan karena sempitnya jalan dan ramainya aktivitas warga di sekitar rumah.

Proyeksi Jakarta Tenggelam

Proyeksi Jakarta tenggelam ini memang kerap disinggung berbagai pihak. Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyinggung soal Indonesia harus memindahkan ibu kotanya karena Jakarta diproyeksikan akan tenggelam.

Sebelum Biden, NASA dalam laporannya juga menyebut Jakarta sangat berisiko dan rentan tenggelam. Penyebabnya, kombinasi banyak faktor, perubahan iklim, jumlah penduduk yang terus bertambah, juga eksploitasi air di ibu kota RI itu.

Laporan senada disampaikan konsultan risiko Verisk Maplecroft. Dalam laporannya, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota yang paling berisiko cepat tenggelam. Ditambah banjir yang sering melanda, Jakarta diperkirakan akan tenggelam pada 2050.

Kementerian PUPR dan Bappenas juga pernah memproyeksikan hal yang sama. Kementerian PU memperkirakan, bila tak ada proyek giant sea wall atau tanggul laut 'Garuda Raksasa', sebagian wilayah DKI Jakarta akan tenggelam karena penurunan permukaan tanah. Berdasarkan perkiraan, Jakarta akan tenggelam pada 2050 atau bahkan bisa lebih cepat dari estimasi.

Sementara itu, Bambang Brodjonegoro, yang kala itu menjabat Menteri PPN/Kepala Bappenas, juga pernah mengungkapkan Jakarta bisa tenggelam pada 2030. Hal itu disampaikannya saat meninjau pembangunan proyek tanggul pengamanan pantai paket 2 di Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara, pada 2017.

Simak video 'Pemprov DKI Diminta Buktikan Omongan Biden soal 'Jakarta Tenggelam'':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)