Bekas Hotel di Medan Jadi Pusat Isolasi, Bobby Pastikan Pasien Tak Perlu Bayar

Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 18:08 WIB
Walkot Medan Bobby Nasution meninjau kesiapan sarana dan prasarana di gedung bekas hotel di Medan, yang disulap jadi pusat isolasi pasien Corona, Minggu (1/8/2021).
Walkot Medan Bobby Nasution meninjau kesiapan sarana dan prasarana di gedung bekas hotel yang disulap jadi pusat isolasi pasien Corona. (Datuk Haris/detikcom)

Pusat isolasi di bekas Hotel Soechi ini memiliki 240 kamar dengan beberapa tipe. Menurut Bobby, ada sejumlah kamar yang dapat diisi oleh beberapa orang. Kamar-kamar tersebut bisa digunakan untuk beberapa pasien yang berasal dari satu keluarga.

"Di sini ada 240 kamar. Cuma ini kan dulu bekas hotel, jenis kamarnya bermacam-macam. Ini nanti kita lihat, dari beberapa jumlah anggota keluarga yang ingin atau pun yang mengikuti isoter. Kadang-kadang kan sekarang kita mengikuti pedoman PPKM mikro itu kan klaster keluarga. Nanti ada satu keluarga misalkan, ada tiga anggota yang kena, suami, istri, anak, bisa satu kamar semua. Jadi nggak dipisah-pisah," papar Bobby.

Bobby memastikan warga yang menjalani isolasi di sana tidak dikenai biaya. Untuk kriteria pasiennya, Pemko Medan memprioritaskan pasien bergejala sedang hingga tanpa gejala untuk diisolasi di gedung bekas Hotel Soechi itu.

"Gratis semua. Kriterianya yang kita utamakan di sini yang ringan dan sedang, serta yang OTG (orang tanpa gejala). Kenapa yang OTG kita isoter? Karena yang OTG inilah yang kemungkinan besar lebih berperan dalam penyebaran COVID-19, khususnya di Kota Medan," ujar Bobby.

Selain itu, Bobby mengaku mendapat laporan dari Kapolretabes Medan Dandim 0201 perihal kelakuan nakal pasien Corona tanpa gejala. Bobby khawatir OTG menjadi sumber penyebaran baru.

"Kita lihat, terkadang yang OTG ini cuma sehari-dua hari saja yang mau diisolasi mandiri di rumah. Karena merasa dirinya sehat, bosan di rumah, mulai keluar-keluar," tutur Bobby.

"Pertama jalan-jalan, besoknya sudah siap jalan-jalan. Ini tambah lagi karena sudah boleh makan di luar, 20 menit. Takutnya mereka malah makan di tempat, malah menyebarkan, karena nggak ada pembedanya OTG ini sama yang sehat-sehat aja," imbuhnya.

Nantinya, kata Bobby, akan dibuatkan call center untuk mempermudah masyarakat mendaftar sebagai calon pasien yang akan diisolasi di bekas hotel tersebut. Opsi lainnya, warga bisa mendaftar melalui lurah atau camat.

"Untuk yang bisa daftar ke sini masyarakat bebas, silakan. Nanti kita bikin call center secara langsung atau kita bisa buat skema, bisa melalui lurah atau camat. Akan kita lebih permudah lagi masyarakat," ucap Bobby.


(zak/zak)