Bobby Ingatkan Resto Harus Take Away Selama PPKM Level 4 di Medan

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 13:51 WIB
Walkot Medan Bobby Nasution bersama Gubsu Edy Rahmayadi saat meninjau vaksinasi di Kejatisu (Datuk Haris/detikcom)
Walkot Medan Bobby Nasution bersama Gubsu Edy Rahmayadi saat meninjau vaksinasi di Kejatisu. (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Wali Kota Medan Bobby Nasution menjelaskan soal pemberlakuan PPKM level 4 yang diterapkan di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Bobby menyebut penerapannya ditekankan pada kegiatan perekonomian dan penyekatan jalan.

"Penerapannya ini tentunya tidak jauh berbeda dengan PPKM darurat yang kemarin sempat kita laksanakan, perbedaannya sedikit saja. Hanya di beberapa kegiatan perekonomian," kata Bobby saat meninjau vaksinasi di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Selasa (27/7/2021).

Bobby menjelaskan, soal kegiatan perekonomian, ada beberapa aturan diubah untuk pelaku usaha. Dia menjelaskan soal pelonggaran diperbolehkannya pembeli makan di tenda kaki lima dalam batas waktu 20 menit.

"Tidak boleh makan di tempat, harus take away, harus dibungkus. Hari ini diperbolehkan makan di tempat dengan batasan waktu 20 menit makan di tempat. Jam bukanya juga sudah kita tentukan maksimal jam 9 malam untuk pelaku usaha UMKM, namun untuk resto-resto, restoran yang besar, belum diperkenankan untuk makan di tempat," sebut Bobby.

Bobby mengatakan restoran belum diperbolehkan makan di tempat (dine in) karena ada potensi terjadinya titik kumpul.

"Kenapa? Karena resto yang besar ini biasanya kapasitas mejanya bisa lebih dari 10 meja. Kalau 10 meja kita hitung-hitung saja, satu meja biasanya maksimal ada tiga pengunjung. Setelah dibatasi jadi tiga pengunjung, kalau 10 meja cuma 30 orang, belum lagi tambah yang menyediakan makannya, belum lagi tambah kasirnya, jadi pastilah terjadi penumpukan," ucap Bobby.

Bobby menyebut pembatasan kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan. Dia meminta semua orang tetap menaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

"Intinya tidak ada kerumunan, makanya resto-resto besar, yang kapasitasnya bisa menampung mungkin 20 orang ke atas, belum diperkenankan makan di tempat, tetap boleh buka namun harus dibungkus atau take away," ucap Bobby.

Selain itu, Bobby bakal tetap melakukan penyekatan jalan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi terjadinya penumpukan di Kota Medan.

"Penyekatan jalan masih. Seperti yang dikatakan Bapak Gubernur, Kota Medan menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Utara, semua kegiatan banyak terpusat di Kota Medan. Oleh karena itu, kegiatan yang tidak terlalu penting harus bisa kita pilah-pilah untuk tidak dilaksanakan. Oleh karena itu, penyekatan itu adalah salah satunya ini akan tetap kita laksanakan," pungkas Bobby.

Medan Terapkan PPKM Level 4

Berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) 24/2021 dan Inmendagri 25/2021, Kota Medan termasuk wilayah yang menerapkan PPKM level 4.

Aturan tersebut diterbitkan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perpanjangan PPKM level 4 dan level 3 di Jawa-Bali serta non-Jawa-Bali.

"Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstrahati-hati," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi virtual yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/7).

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta warga taat aturan mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang belum berlalu.

Edy mengatakan perpanjangan PPKM level 4 ini akan diberlakukan di Medan. Instruksi Gubernur tentang perpanjangan PPKM level 4 ditandatangani hari ini.

"Hari ini (ditandatangani), diperpanjang. Tetapi khususnya di level 4 adalah Kota Medan," ucap Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Rabu (21/7).

Edy mengatakan yang terpenting saat PPKM level 4 ini adalah pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Dia meminta warga taat pada protokol kesehatan demi mencegah tertular virus Corona.

"Untuk itu, ketaatan ini yang harus kita pastikan rakyat kita mau melakukannya," jelasnya.

(jbr/jbr)