Bagaimana Nasib PPKM Level 4 Usai 2 Agustus Besok?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 14:39 WIB
Suasana malam hari saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan jalan Sudirman, Jakarta.
Foto: Ilustrasi PPKM Level 4 di Jakarta (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmitojuga sudah mengingatkan soal kenaikan jumlah kasus COVID-19 yang mulai terjadi di luar Pulau Jawa dan Bali. Hal ini tampak berdasarkan data kasus mingguan.

Wiku mengungkap ke-5 provinsi yang berkontribusi pada naiknya kasus COVID-19 di luar Pulau Jawa-Bali. Ke-5 provinsi itu adalah Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, NTT, dan Sulawesi Selatan.

"Kenaikan ini dikontribusikan oleh Kalimantan Timur dengan jumlah kasus sebesar 10.297 kasus, Sumut 7.528 kasus, Riau 5.999 kasus, NTT 5.904 kasus, dan Sulsel 5.010 kasus," ujar Wiku saat konferensi pers seperti disiarkan YouTube BNPB, Selasa (27/7/2021).

Hal senada juga disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Situation Report-65 yang dirilis oleh WHO pada Kamis (29/7/2021).

WHO mengungkap kasus mingguan Corona di tujuh provinsi. Tingkat penularan sangat tinggi terjadi per 100 ribu penduduk. Lima di antaranya ialah provinsi di luar Jawa-Bali.

"Dari 19 hingga 25 Juli, tingkat penularan komunitas tertinggi (CT4) diamati di tujuh provinsi, berbeda dengan enam di minggu sebelumnya; tingkat penularan yang sangat tinggi per 100 ribu penduduk dilaporkan di DKI Jakarta (688,6), DI Yogyakarta (362,9), Kalimantan Timur (248,9), Kalimantan Utara (213,3), Kepulauan Riau (208.1), Papua Barat (198,1) dan Kepulauan Bangka Belitung (178,0)," tulis WHO dalam laporannya.

Jokowi Minta Angka Kematian Diturunkan

Selain itu, Jokowi juga memerintahkan seluruh bawahannya termasuk dirinya untuk mati-matian menurunkan angka kematian akibat virus Corona. Pasalnya, angka kasus kematian masih tinggi di masa perpanjangan ini.

"Secara khusus Presiden @jokowi menyampaikan kepada kami semua bawahannya untuk bekerja mati-matian menurunkan angka kematian," tulis Luhut dalam akun Instagram-nya @luhut.pandjaitan, dikutip detikcom Kamis (29/7/2021).

Menindaklanjutinya, Luhut menyampaikan kepada seluruh kementerian/lembaga (K/L) terkait agar selalu mengecek dan melihat keadaan di lingkungan kerja dan tempat tinggal masing-masing, apakah sudah berjalan pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T).

"Jika saat ini kami yang duduk di pemerintahan sedang mengejar pelaksanaan 3T, saya berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa membantu kami dengan lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi agar kehidupan dan aktivitas kita bisa normal kembali seperti sedia kala," sebut Luhut.

Apakah PPKM Level 4 Diperpanjang?

Nasib PPKM level 4 masih menggantung. detikcom telah menghubungi juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi untuk bertanya terkait nasib PPKM level 4 yang akan berakhir esok hari. Namun, hingga berita ini ditulis, Jodi masih belum merespons.


(rdp/imk)