Sanggar Alquran Dinilai Penting untuk Siapkan Generasi Penerus Ulama

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 12:55 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan pentingnya sanggar-sanggar Alquran di Jakarta dan juga Indonesia. Menurutnya, sanggar Alquran bermanfaat untuk mempersiapkan generasi penerus para ulama yang banyak wafat di era COVID-19.

Dalam peringatan milad ke-11 Sanggar Al-Qur'an Mardani Lima di Johar Baru, Jakarta Pusat yang berlangsung daring pada Sabtu (31/7), Hidayat mengatakan pentingnya kehadiran sanggar Al-Qur'an seperti Mardani Lima di Johar Baru ini. Sebab menurutnya, sanggar ini tak hanya menjadi tempat mengkaji Al-Qur'an dan mengamalkan ajarannya. Tapi juga menghadirkan kebaikan dan kemaslahatan di masyarakat sekitar.

Hidayat mengungkap di tengah pandemi ini Sanggar Al-Qur'an Mardani Lima juga membantu warga dengan edukasi kesehatan, memberikan bantuan logistik serta layanan ambulance gratis. Ia menilai sanggar Al-Qur'an juga mencetak generasi penerus ulama, menghadirkan Islam yang Rahmatan lil alamin serta jauh dari laku radikal, ekstrem, eksklusif, dan antisosial.

"Sanggar Al-Qur'an ini bisa menghadirkan semangat kolaborasi peduli kebaikan dan kemaslahatan bagi warga. Serta kondusif menciptakan generasi penerus Ulama Ahlussunnah wal jamaah yang banyak wafat di era COVID-19," kata Hidayat dalam keterangannya, Minggu (1/8/2021).

Hidayat mengatakan, berdasarkan catatannya, ada banyak ulama yang wafat di era COVID-19. Menurut Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH. Cholil Nafis misalnya, setidaknya ada 900-an ulama yang wafat di era COVID-19. Sedangkan data dari RMI NU menunjukan ada 590-an ulama yang wafat.

"Jumlah ulama yang wafat tersebut tentu sangat memprihatinkan. Satu ulama saja yang wafat, kita tentu berduka dan umat kehilangan, tetapi di era COVID-19 ini ada ratusan yang wafat," ujarnya.

Menurutnya, para ulama yang wafat ialah ulama yang mengajarkan kebaikan di Indonesia. Oleh karena itu, Hidayat menilai wafatnya para ulama ini menjadi suatu kehilangan yang besar bagi bangsa Indonesia.

"Ada yang pakar Hadis, Fiqh, Ushul Fiqh, Tafsir, dan ada juga Ulama Wanita. Mereka semuanya mengajarkan Islam ahlussunnah wal jamaah, serta menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin, sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan As Sunnah dan ajaran Ulama termasuk ajaran Ulama-Ulama Pejuang Bapak-Bapak Bangsa Indonesia," terangnya.

Untuk itu, Hidayat berharap para santri yang aktif di Sanggar Al Quran ini dapat termotivasi untuk mengisi kehilangan bangsa Indonesia atas banyaknya ulama yang wafat.

"Di Sanggar Al Quran ini, ada 1.500 santri. Kalau 10 persen saja, yakni 100-an orang bisa menjadi ulama di kemudian hari, tentu itu bisa menjadi sumbangsih yang sangat berarti, dapat menggantikan kehilangan kita terhadap ulama-ulama hebat yang lebih dahulu mendahului kita," tutur Hidayat.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun berharap bangsa Indonesia tidak mengalami kehilangan generasi (lost generation) di kalangan ulama akibat COVID-19. Sebab, upaya untuk mencetak para ulama terus dilakukan oleh banyak pihak. Salah satunya oleh Sanggar Al Quran Mardani Lima.

"Kita perlu terus mendukung usaha-usaha untuk mempersiapkan generasi Al-Qur'an yang dapat menghafalkan, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an secara baik, benar, dan solutif," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hidayat menjelaskan generasi Al-Qur'an yang dicetak tentunya adalah generasi yang mengamalkan Al-Qur'an dengan benar, sehingga bisa berkontribusi mencerdaskan masyarakat dan menghadirkan kesalehan sosial.

Ia pun berharap generasi Al-Qur'an dapat menjadi solusi mengatasi masalah masyarakat seperti narkoba, miras, kemiskinan dan kesehatan.

"Karenanya mereka tidak menolak vaksin sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan kehidupan dari bahaya COVID-19. Generasi Al-Qur'an seperti ini justru memahami pentingnya nilai-nilai science dan agama secara bersamaan dan tidak mempertentangkan antara keduanya. Ini sangat diperlukan saat ini, dan kita bersyukur karena inilah yang juga dilakukan di Sanggar Al-Qur'an Mardani Lima di Johar Baru Jakarta Pusat," pungkasnya.

(ega/ega)