Jokowi Sebut Lockdown Tak Bereskan Masalah, Epidemiolog Soroti 3T Lemah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 07:24 WIB
Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky Bu
Foto: Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky Budiman)

Butuh komitmen dan konsistensi, tutur Dicky dalam menambah kapasitas testing dan tracing di RI. Dia menyebut testing di Indonesia belum sesuai dengan skala jumlah penduduk.

"Iya ini yang menjadi catatan dari awal, bahkan baru sekarang Pak Luhut test, tracing penting ya, udah dari awal pandemi ngomong 3T itu sih. Jadi kendala itu di komitmen di konsistensi, kemudian juga bahwa menempatkan 3T jadi strategi utama itu tidak terjadi sejak awal dan kita cenderung ada pengabaian menurut saya karena udah lebih dari setahun positivity rate kita di atas 10% ini. Testing kita nggak pernah cukup sesuai dengan skala penduduknya ataupun eskalasi pandeminya," jelasnya.

Selain itu, Dicky menilai testing Corona bisa dilakukan dengan tes antigen. Dia menyebut harga tes antigen relatif lebih murah untuk melakukan pelacakan kasus Corona.

"Bahwa biaya mahal sebetulnya sejak September itu sudah bisa memakai rapid test antigen, dan sekarang rapid test antigen harganya 5 dolar ke bawah. Dan sudah akurasinya tinggi dan harus dirubah paradigmanya, jangan menganggap banyak menemukan infeksi itu celah, itu malah prestasi," tuturnya.

Presiden Jokowi mengatakan lockdown bukanlah solusi untuk mengatasi pandemi COVID-19. Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro 2021 di halaman Istana Merdeka.

"Kalau lockdown, kita bisa bayangkan dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown itu permasalahan menjadi selesai," kata Jokowi sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (30/7).


(lir/jbr)