Jokowi: Lockdown Belum Bisa Jamin Permasalahan Selesai

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 10:57 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan lebih memilih PPKM darurat dibanding lockdown. Jokowi mengatakan lockdown belum tentu bisa menyelesaikan masalah.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro 2021 di halaman Istana Merdeka seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (30/7/2021). Jokowi meminta masyarakat bekerja lebih keras pada masa sulit ini.

"Oleh sebab itu, Bapak-Ibu semuanya harus bekerja lebih keras lagi, tahan banting. Keadaan ini, kita... Saya ngomong apa adanya, bukan menakut-nakuti, tetapi kasus virus Corona ini akan selesai kapan? WHO pun belum bisa memprediksi," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi menegaskan aspek kesehatan dan ekonomi harus sama-sama dipertimbangkan dalam penanganan COVID-19. Atas hal itu pula, Jokowi menyatakan Indonesia tak bisa menerapkan lockdown seperti negara lain.

"Sekali lagi kita ini selalu yang kita jalanan sisi kesehatannya bisa kita tangani, tetapi sisi ekonominya juga pelan-pelan harus kita jalankan, nggak bisa kita tutup seperti negara lain, lockdown. Lockdown itu artinya ditutup total," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan semi-lockdown saja sudah berdampak signifikan terhadap masyarakat. Bagi Jokowi, lockdown total pun belum tentu bisa menyelesaikan masalah.

"Kemarin yang namanya PPKM darurat itu kan namanya semi-lockdown. Itu masih semi saja sudah, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit, minta untuk dibuka. Saya rasa Bapak-Ibu juga sama, mengalami yang sama," ujar Jokowi.

"Kalau lockdown, kita bisa bayangkan dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown itu permasalahan menjadi selesai," imbuh Jokowi.

Pesan Jokowi ke Pelaku Usaha

Jokowi berpesan agar masyarakat tetap bertahan meskipun omzet di masa pandemi ini menurun. Jokowi berharap kekebalan komunal lewat program vaksinasi segera terbentuk.

"Oleh sebab itu, sekali lagi, Bapak-Ibu harus bekerja lebih keras lagi dalam situasi seperti ini, bertahan dengan sekuat tenaga, meskipun mungkin omzetnya turun sampai 75 persen, turun sampai separuhnya, tetap harus kita jalani. Karena ini kita masih berproses menuju pada vaksinasi 75 persen yang kita harapkan akhir tahun nanti bisa kita selesaikan insyaallah. Kalau sudah 70 persen, paling tidak daya tular dari virus ini menjadi agak terhambat kalau sudah tercapai yang namanya kekebalan komunal atau herd immunity," imbuh Jokowi.

(knv/dnu)