Ini Temuan Polisi soal Bansos Warga Tangerang yang Diduga Dipotong

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 18:34 WIB
Bansos Tunai
Ilustrasi Bansos Tunai (Mindra Purnomo/detikcom)
Tangerang -

Polisi tengah mengusut dugaan pemotongan dan pungutan liar bansos warga di Tangerang. Sejauh ini polisi menemukan dugaan adanya pemotongan bansos sebesar Rp 100 ribu.

Temuan itu muncul setelah polisi melakukan klarifikasi kepada lima orang warga. Salah satu warga mengaku hanya mendapatkan bansos sebesar Rp 500 ribu per 3 bulan. Padahal nilai bansos itu seharusnya Rp 600 ribu per 3 bulan.

"Pada tahun 2021, penerima bantuan PKH (program keluarga harapan) salah satunya ada menerima bantuan PKH hanya Rp 500 ribu per 3 bulan," kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Kasus ini bermula dari kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini ke kawasan Larangan, Tangerang, pada Rabu (28/7). Saat itu Risma mendapat keluhan dari warga soal adanya pungutan liar hingga pemotongan bansos.

Polisi kemudian meminta klarifikasi dari 5 orang warga. Kelimanya mengaku telah memiliki kartu keluarga sejahtera. Dari 5 warga tersebut merupakan ibu rumah tangga, ada yang bekerja sebagai buruh cuci, pedagang asongan, pedagang ikan keliling.

Selain menerima bantuan uang tunai, warga penerima bantuan sosial PKH ini telah menerima bantuan sembako yang nilainya Rp 200 ribu dalam bentuk beras 12 kg, pisang 1 kg, dan sayur mayur. Namun, dari lima warga itu, polisi menemukan kejanggalan.

"Salah satu warga sejak ditetapkan sebagai penerima PKH pada tahun 2017 baru satu kali menerima bantuan PKH," ungkap Rachim. Seharusnya, warga yang terdaftar sebagai penerima PKH ini mendapatkan bansos per 3 bulan sekali.

Polisi kini terus mengusut dugaan pemotongan bansos PKH tersebut. Dari 5 warga yang telah diklarifikasi, kelimanya menyebutkan pendamping PKH di wilayahnya bernama M dan MA.

Terkait pemanggilan kedua pendamping PKH itu, Abdul Rachim masih enggan membeberkan. Dia menyebut kasus ini masih dalam proses pengembangan pihaknya.

"Kita masih tahap klarifikasi. Nanti akan kita sampaikan perkembangan ke depan," ujar Rachim.

Pemotongan bansos ini terungkap saat Mensos Risma berkunjung ke Tangerang, simak di halaman selanjutnya