Cerita Warga Tangerang Kaget Diserbu Puluhan Order Fiktif Via Ojol

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 18:00 WIB
Tati, warga CIledug yang rumahnya diserbu order fiktif (Rakha/detikcom)
Foto: Tati, warga CIledug yang rumahnya diserbu order fiktif (Rakha/detikcom)

Order fiktif ke alamat rumah Tati di Ciledug, Tangerang ini dialami sejumlah driver ojol. Agus, salah salah satunya, yang mendapatkan order fiktif tersebut pada Rabu (28/7) lalu.

Itu kemarin saya dapat orderan ke Ciledug Indah 2, alamatnya itu sudah benar. Tapi titiknya itu enggak sesuai (dengan) lokasinya," kata Agus saat dihubungi detikcom, Kamis (29/7).

Agus mencoba menghubungi sang pemesan. Namun si pemesan tidak mengangkatnya dan tidak lama kemudian nomornya tidak aktif.

Tidak hanya Agus yang kena order fiktif. Ada beberapa ojol lain di lokasi tersebut yang berkumpul dan ternyata juga sama seperti Agus: menjadi korban order fiktif. Kerugian Agus sendiri sebesar Rp 100 ribu. Yang lainnya juga sekitar seratusan ribu rupiah.

"Dia itu pesen makanan, jadi semua driver makanan. Totalnya sama, 6 makanan. 6 makanan itu berbeda-beda. Iya, satu orang ditotalin ada yang 100 ribu yang 117 ribu," ucap Agus.

Kejadian serupa dialami driver ojol bernama Tirta. Kepada Tirta, si pelaku memintanya mengirimkan makanan dan transfer uang dari akunnya, pada 27 Juli. Singkat cerita, Tirta menerima orderan itu. Namun setiba di lokasi, dia tidak bisa menemui si pemesan.

"Ya udah saya transfer tuh. Katanya udah masuk. Pas udah masuk dia bilang gini '300 emang enggak bisa?'. Saya bilang 'enggak ada, Pak'. Ya udah saya ambil orderan, saya anter ke alamatnya tu. Udah ketemu, ada warga situ bilang, katanya itu orderan fiktif," kata Tirta.

Tirta bercerita, sebelum dia tiba di lokasi, sudah ada 7 ojol lain yang mendatangi lokasi tersebut dengan kasus serupa. Tagihan pemesan fiktif itu pun akhirnya dibayar oleh seorang warga. Meski begitu, Agus dan Ayub belum melapor ke polisi.

Dihubungi secara terpisah, Kapolsek Ciledug Kompol Poltar Lumban Gaol mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait order fiktif tersebut. Poltar mengimbau korban yang dirugikan untuk melapor.

"Bagi pihak yang dirugikan kami imbau membuat laporan," ujar Poltar.


(mea/mea)