Warga Kampung Pulo Curhat Belum Dapat Bansos, Ini Kata Dinsos DKI

Nur Aziza - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 17:02 WIB
Warga Kampung Pulo, Hasanah (Nur Aziza/detikcom)
Warga Kampung Pulo, Hasanah, mengaku belum dapat bansos. (Nur Aziza/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Namun beberapa warga RW 3 Kampung Pulo, Jakarta Timur, mengaku belum mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Haeriah, pengurus RW 3 sekaligus istri Ketua RW 3 menyebut bansos yang disalurkan di wilayahnya saat ini berupa uang Rp 300 ribu per bulan. Penyaluran uang Rp 300 ribu itu pun, kata Haeriah, tidak merata.

"Bansos waktu itu sembako berupa kardus itu beras minyak isinya terigu itu sudah setahun yang lalu, sudah nggak lagi, pas lamaan lagi diganti uang, Rp 300 ribu. Itu pun kalau bansos kardus alhamdulillah itu rata, artinya tinggal di sini pun walaupun domisili di luar dapat. Walaupun KK di luar daerah itu dapat," ujar Haeriah ditemui di Kampung Pulo, Jumat (30/7/2021).

Haeriah mengaku ada kurang-lebih 3.000 kartu keluarga (KK) di RW 3 dan belum seluruhnya mendapatkan BST. Hanya sebagian warganya yang telah mendapatkan BST sejumlah Rp 600 ribu (akumulasi dua bulan).

"Waktu itu sudah 3 kali berturut-turut, terus dua bulan sempat vakum tidak keluar, nah baru sekarang ini keluar Rp 600 ribu itu pun ada keluar dan nggak, banyakan tidak keluar," ujarnya.

Warga Kampung Pulo, Herfiah (Nur Aziza/detikcom)Warga Kampung Pulo, Herfiah (Nur Aziza/detikcom)

Warganya pun, kata Haeriah, banyak bertanya-tanya terkait tidak meratanya BST ini. Haeriah sendiri mengaku juga tidak mengetahui mengapa penyalurannya tidak merata.

"Saya tidak tahu, banyak yang bertanya-tanya 'bu RW jangankan situ saya juga belum keluar'. Saya juga belum tanya orang dinas sosialnya yah karena orang dinsosnya adanya di kelurahan ada saya lupa tanyain itu, banyak banget nggak keluar," kata Haeriah.

Salah satu warga RW 3 RT 5, Susi Aningsih (40), mengatakan belum mendapatkan BST Rp 600 ribu itu. Susi sudah mendapatkan Rp 300 ribu setiap bulan, hanya saat masa PPKM darurat ini saja dia tidak mendapatkannya.

"Pernah sih berturut-turut cuman Rp 600 ribu ini nggak keluar," ujar Susi.

Warga Kampung Pulo, Susi (Nur Aziza/detikcom)Warga Kampung Pulo, Susi (Nur Aziza/detikcom)

Bahkan Susi mengaku bansos berupa beras sejumlah 10 kg tidak didapatkannya. Ia menyebut sudah bertanya ke RW setempat tetapi disuruh menunggu akhir bulan.

"Dipakai sebagai kebutuhan sehari-hari lah apalagi begini-begini, Corona, keadaan lagi susah," ujarnya.

Untuk saat ini, ia mengaku mengandalkan suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan pendapatan Rp 80-100 ribu per hari.