Round-Up

Babak Baru Warkop Pasutri Gowa Diduga Serobot 4 Makam Pahlawan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 05:01 WIB
Pj Sekda Gowa Kamsina saat mengecek warkop sebelum insiden pemukulan Satpol PP Gowa (dok. Humas Gowa).
Momen Pj Sekda Gowa Kamsina mengecek warkop sebelum insiden pemukulan Satpol PP Gowa (Foto: dok. Humas Gowa).
Jakarta -

Kasus pasangan suami-istri (pasutri) korban pemukulan Satpol PP Gowa, Ivan (24) dan Amriana (34), memasuki babak baru. Kini muncul dugaan bahwa warkop pasutri tersebut menyerobot empat makam pahlawan.

Pemkab Gowa Terima Laporan dari Warga

Kabar dugaan warkop Ivan dan Amriana menyerobot empat makam pahlawan itu disampaikan oleh Kepala Bidang Komunikasi Kabupaten Gowa Arifuddin Zaeni kepada detikcom, Selasa (27/7/2021). Informasi soal warkop milik Ivan dan Amriana menyerobot lahan tugu pahlawan dan menutup makam pahlawan diterima Pemkab Gowa dari laporan tokoh masyarakat setempat.

"Menurut informasi tokoh masyarakat setempat, itu ada pekuburan tertimbun. Makam pahlawan," ujar Arifuddin Zaeni.

Bahkan, secara resmi, beberapa tokoh masyarakat setempat telah mengirim surat laporan ke Bupati Gowa.

"Beberapa tokoh masyarakat mengirim surat ke Pak Bupati untuk laporan terkait dengan penggunaan fasos itu dan ada beberapa kuburan yang hilang. Dipakai untuk warkop itu, sepertinya begitu kalau penjelasan tokoh masyarakat di situ," ungkap Arifuddin.

Pasutri Heran Baru Ditegur Usai 10 Tahun

Ivan dan Amriana heran warkop miliknya baru dipermasalahkan Pemkab Gowa soal tidak memiliki izin hingga menyerobot dan menutup makam di lahan Tugu Pahlawan. Padahal warkop itu sudah berdiri selama 10 lamanya.

"Kan harusnya kalau memang keberatan, harusnya dari dulu," ujar Ivan saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (27/7).

Ivan lalu mengaitkan permasalahan warkop miliknya itu dengan viralnya insiden pemukulan oknum Satpol PP Gowa Mardani Hamdan kepada dirinya dan Amriana saat razia PPKM pada Rabu (14/7).

"Kenapa pada saat baru masalah ini (pemukulan) diungkap. Banyak terkait pemerintahan yang harusnya turun tangan sebelumnya," katanya.

Ivan mengaku tidak tahu banyak soal sejarah lahan warkop miliknya yang terletak di Jalan Poros Barombong, Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, itu. Dikatakannya, warkop itu dibangun berdampingan dengan dengan rumah orang tua istrinya sejak 10 tahun lalu. Dia baru menikah dengan Amriana pada tahun lalu.

"Kalau itu saya kurang tahu (sejarah lahan warkop), karena saya juga baru sama istriku (baru menikah tahun lalu)," imbuhnya.

"Istriku kan dari kecil saat dibangun itu bangunan itu di depan. Kalau memang ada makam atau apa, harusnya dari dulu diberi tahu. Kan itu tugu ji, Tugu Pahlawan di situ depan," lanjutnya.

Warkop Ditutup

Ivan dan Amriana kini telah menutup warkop milik mereka. Sebabnya, Pemkab Gowa menyatakan warkop itu tidak memiliki izin.

"Nggak jalan mi (sudah tidak beroperasi lagi)," ucap Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Gowa, Arifuddin Saeni, Rabu (28/7).

Tim dari Pemkab Gowa sudah tiga kali mendatangi langsung warkop bernama 'Cafe Ivan Riyana' itu di Jalan Poros Barombong, Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Dipastikan, warkop itu sudah ditutup setelah diketahui tidak memiliki izin usaha.

"Kita sudah sudah dua kali ke sana ini, hari Senin ke sana, terus Selasa malam ke sana lagi, terus ini hari kita ke sana lagi, sudah tutup," ungkap Saeni.