Partai Demokrat Ungkap Maksud SBY Bercuit Doa di Twitter

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 14:32 WIB
Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan
Hinca Pandjaitan (Azizah/detikcom)
Jakarta -

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan harapan di Twitter agar Tuhan membimbing pemerintah dan masyarakat bisa mengatasi pandemi COVID-19. Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengungkapkan maksud SBY.

Hinca menilai banyak cara untuk berpartisipasi dalam membangun kerja sama dalam penanganan COVID-19. Salah satunya dengan menyampaikan doa dan harapan seperti yang dikicaukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hinca mengatakan SBY menyampaikan hal itu sebagai orang tua yang merasa memiliki tanggung jawab beban akibat pandemi COVID-19. Karena itulah, menurut Hinca, doa yang disampaikan SBY merupakan penguatan agar seluruh masyarakat kuat menghadapi pandemi.

"Banyak caranya sesuai tupoksi dan talenta semua anak bangsa. Termasuk cuitan Pak SBY dalam bentuk doa dan harapan. Ia menyampaikannya sebagai orang tua yang punya tanggung jawab yang sama, bahu-membahu memikul beban bersama melawan COVID-19 menyelamatkan anak bangsa memberi penguatan pada pemegang amanah memerintah masyarakat Indonesia," kata Hinca kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Hinca meminta agar doa SBY itu tidak dipandang negatif oleh masyarakat. Dia lantas meminta semua pihak tidak memperkeruh suasana.

"Saya juga berharap agar para pendengung atau buzzer menghentikan praktik kotor yang hanya memperkeruh. Tidak ada tempat yang tepat bagi spesies seperti kalian. Lakukan sesuatu yang lebih bermanfaat, kabari kami soal distribusi vaksin, distribusi bansos. Semua yang bisa memberikan pengharapan dengan basis iman dan kasih. Mari bahu-membahu melawan COVID-19. Kita pikul bersama. Saling pikul untuk memukul COVID," ujarnya.

Hinca mengatakan tidak ada cara selain bekerja sama dalam menangani COVID ini. "Tak ada pilihan lain. Sebagai anak bangsa, kita harus bahu-membahu. Saling pikul. Untuk apa? Memukul balik COVID-19 kembali ke asalnya, entah di mana. Pokoknya pergi dari kehidupan kita sehari-hari sehingga aktivitas kita berjalan normal kembali. Sehat semua kita," ujarnya.

Hinca menyebut ada saja kekacauan yang timbul dalam proses penanganan COVID di RI. Tapi, di sisi lain, dia mengakui pemerintah sudah bekerja keras dalam mengatasi persoalan ini.

"Keadaan chaos saat bencana datang itu kerap dan wajar terjadi, namun ada banyak varian chaos yang bisa ditekan, dikendalikan, ataupun dihilangkan. Lantas, apa yang terjadi pada pemimpin-pemimpin kita yang berada di tampuk pemimpin kekuasaan di eksekutif? Tentu semua sudah bekerja keras," ujarnya.

"Tapi kita juga harus jujur, ada beberapa yang telah melakukan tugas sesuai porsi, ada pula yang melenceng tak terkendali. Untuk itu, saya dulu selalu katakan, masa sulit bencana seperti ini, yang terpenting ialah manajemen krisis," lanjut Hinca.

Tapi Hinca mengungkapkan dirinya memberi salut terhadap pemerintah yang menyadari kesalahan jika ada yang salah selama proses penanganan COVID, meski tidak diketahui pasti bagaimana proses komunikasi di Istana berjalan.

Simak juga 'Cerita Hasto soal SBY Pernah Dijuluki 'Bapak Bansos Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)