Disorot Mendagri Soal BOR, Pemkot Tangsel Lakukan Hal Ini

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 10:21 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie
Foto: Pemkot Tangsel
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti tingkat keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Tangerang Selatan. Menurutnya, kondisi BOR di Tangsel masih perlu diperhatikan.

"Ini yang perlu di perhatikan, karena jika BOR berada di atas 50% maka masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan kamar perawatan," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021). Tito mengatakan itu saat melakukan kunjungan ke Puspemkot Tangerang Selatan, Ciputat, (27/7).

Tito mengimbau kepada pemerintah daerah untuk menambahkan fasilitas isolasi terpusat. Fasilitas ini harus tersedia hingga ke tingkat kelurahan. Sehingga masyarakat yang positif dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi di tempat yang sudah ditentukan.

"Jadi, ruang rawat di fasilitas kesehatan bisa dimanfaatkan oleh pasien dengan gejala berat," jelas Tito.

Lebih lanjut, kata dia, dari data yang disampaikan oleh pemerintah, bahwa minat dan antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi ini Kota Tangsel sangat besar, yakni sekitar 302 ribu yang di vaksinasi pertama, kemudian 133 ribu lebih vaksinasi kedua.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa penanganan vaksinasi ini masih relatif belum memenuhi target herd immunity untuk penduduk kurang lebih hampir 2 juta orang.

"Kalau 70%, berarti 1,4 juta. Kalau 60%, 1,2 juta. Perlu kerja keras lagi. Tentunya kita harapkan Pemda melakukan adanya suplai vaksin yang cukup untuk Kota Tangerang Selatan, sehingga bisa dipercepat program vaksinasi," katanya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie pada kesempatan tersebut menyampaikan pemerintah terus mengupayakan penanganan di hulu dan hilir secara serempak sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Di hulu, kata dia, pemerintah melakukan penegakan protokol kesehatan setiap hari terutama pada malam hari. Sehingga pada tingkat kecamatan penegakan protokol kesehatan dilakukan sekaligus memberikan sanksi atau teguran paling tidak kepada para pelanggar prokes minimal teguran lisan.

"Kemudian kedua, kami sudah menerbitkan SE terbaru yang diperbarui menindaklanjuti bapak Mendagri sejak kemarin sudah kami terbitkan dan pada hari ini sudah berlaku di tengah-tengah masyarakat kami sudah edarkan sampai ke tingkat kelurahan, RT dan RW," ungkapnya.

Dia menjelaskan saat ini, fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat. Dari 22 rumah sakit umum dan rumah sakit swasta yang ada di Tangsel, 71 tempat tidur ICU nya hampir penuh.

Sehingga Pemkot Tangsel mengefektifkan tambahan tempat tidur di Rumah Sakit Serpong Utara dengan kapasitas 150 paling tidak 100 tempat tidur bisa dimaksimalkan untuk penanganan COVID-19, terutama bagi pasien yang bergejala ringan dan bergejala sedang. Sehingga meringankan beban rumah sakit swasta dan rumah sakit umum milik Pemkot Tangsel.

"Terakhir, Pemkot Tangsel tetap memastikan untuk menekan angka kematian akibat COVID-19. Beberapa hari belakangan ini sudah turun menjadi tiga persen tetapi luasan areal pemakamannya tetap dipersiapkan dengan maksimal," pungkasnya.

(Adv/Adv)