Sumbangan COVID Rp 2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio Heboh, Ini Update-nya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 18:06 WIB
Sumbangan COVID Rp 2 Triliun Bikin Heboh, Ini Fakta-faktanya
Sumbangan COVID Rp 2 Triliun Bikin Heboh, Ini Fakta-faktanya -- Keluarga almarhum pengusaha Akidi Tio saat menyumbangkan bantuan COVID ((Foto: Istimewa)

Sumbangan COVID Rp 2 Triliun Belum Dikirim

Bantuan bernilai fantastis tersebut diketahui belum tuntas dikirim. Dana belum selesai dikirimkan karena membutuhkan proses panjang.

Menurut Hardi, dana bantuan itu awalnya mau diberikan melalui cek. Namun, rencana itu batal karena nominalnya terlalu besar dan butuh pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tadinya mau dikasih cek, karena besar ya mungkin ditransfer. Prosedur tidak bisa begitu saja, harus tahu OJK juga, transfer ke tim nanti," katanya.

Dia mengaku sempat menyarankan ke keluarga Akidi Tio agar bantuan diberikan berupa peralatan medis. Namun, karena alasan kesibukan, bantuan akhirnya diberikan dalam bentuk uang.

"Saya bilang, lebih baik ini dalam bentuk innatura (barang). Tapi mereka pengusaha-pengusaha sibuk semua, jadi pengin beres saja, ya," katanya.

Bisnis Keluarga Pemberi Sumbangan COVID RP 2 Triliun

Diketahui keluarga pengusaha Akidi Tio bekerja di bidang usaha perkebunan dan bangunan. Hal itu diungkapkan dokter Hardi Dermawan.

"Pengusaha bangunan, traso. Ada usaha perkebunan juga, tapi itu urusan keluarga. Ini hanya kedekatan saya sama keluarga pasien," ujar dokter Hardi saat wawancara dengan wartawan, Selasa (27/7/2021).

Hardi mengatakan kenal Akidi sejak puluhan tahun lalu. Akidi wafat pada 2009 dan dimakamkan di Palembang.

"Saya hubungan hanya antara dokter sama pasien saja. Tak ada hubungan lain, bisnis juga tidak ada, murni pasien dan dokternya yang sudah puluhan tahun kenal," katanya.

Hardi mengatakan ada salah satu anak Akidi yang ikut memberikan bantuan ke Kapolda, Senin (26/7) kemarin. Ia adalah Erianti, yang datang mewakili keluarga.

"Almarhum ini ada anak tujuh orang, yang ikut kemarin Erianti. Uang diberikan untuk pengendalian COVID-19 dan kesehatan karena keluarga prihatin melihat ini," kata Hardi.

Keluarga melihat banyak rekan mereka meninggal tak tertolong karena fasilitas terbatas dan penuh. Dari keprihatinan itulah akhirnya pihak keluarga memberi bantuan.

"Alasan ya banyak meninggal dan dia melihat kawan dia banyak meninggal karena tidak bisa dirawat, jadinya prihatin," kata Hardi.


(izt/imk)