BMKG: Gempa M 6,3 di Tojo Una-Una Tak Terkait Aktivitas Gunung Colo

Antara - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 11:45 WIB
Gunung Colo (FB Pos Pengamatan Gunungapi Colo/Unauna)
Gunung Colo (FB Pos Pengamatan Gunungapi Colo/Unauna)
Jakarta -

Gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,3 terjadi di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (Sulteng), kemarin malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa itu tidak terkait dengan aktivitas Gunung Colo.

"Gempa Tojo Una-Una adalah murni gempa tektonik akibat aktivitas sesar aktif dan tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Colo," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (27/7/2021).

Gunung Colo merupakan gunung api yang terletak di Pulau Una-Una, tepatnya di tengah Teluk Tomini, bagian utara Sulawesi. Gunung api tersebut terakhir meletus pada 1983.

Daryono menjelaskan, di sekitar pusat gempa Tojo Una-Una, sebelumnya terjadi lebih dari tujuh kali gempa kuat. Berikut rinciannya:
- gempa M 6,5 pada 23 Februari 1923
- gempa M 6,3 pada 1 Desember 1927
- gempa M 6,6 pada 30 Juni 1964
- gempa M 6,2 pada 11 Oktober 1964
- gempa M 6,5 pada 23 April 1966
- gempa M 6,1 pada 4 Februari 1969, dan
- gempa M 6,1 pada 15 Maret 2015.

Jika diperhatikan peta tektoniknya, lanjutnya, rentetan gempa kuat tersebut terjadi pada jalur Sesar Balantak yang berarah barat timur.

"Namun, untuk memastikan pembangkit gempa Tojo Una-Una, saat ini masih perlu dikaji lebih mendalam," katanya.

Diketahui gempa M 6,3 terjadi pada Senin (26/7) pukul 19.09 WIB. Pusat gempa berada sekira 59 km arah timur laut dari Tojo Una-Una pada kedalaman 10 kilometer.

Daryono menjelaskan, jika gempa bermagnitudo 6,3 diasumsikan sebagai gempa utama, gempa dengan magnitudo 5,8 yang terjadi pada Senin pagi pukul 10.52 WIB merupakan gempa pembuka dan rentetan gempa yang terjadi sesudahnya hingga Selasa (27/7) pagi merupakan gempa susulan.

Menurut dia, jika memperhatikan peta sebaran aktivitas gempa kerak dangkal di wilayah Sulawesi, tampak bahwa aktivitas gempa dangkal di zona gempa Tojo Una-Una cukup aktif.

Gempa yang terjadi pada Senin (26/7) malam di Tojo Una-una, menurut Daryono, menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa rumah warga.

Dampak gempa di Tojo Una-Una minim diduga karena karakteristik kondisi batuan yang keras di wilayah terjadi menimbulkan peredaman (de-amplifikasi) guncangan gempa.

(jbr/idh)