Azis Syamsuddin: AKP Robin Sering ke Rumah Saya, Pakai Name Tag KPK

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 23:53 WIB
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus suap yang melibatkan Walkot Tanjungbalai.
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (Ari Saputra/detikcom)
Medan -

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, dicecar jaksa penuntut umum (JPU) soal perkenalannya dengan eks penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju. Azis mengaku mengenal Robin melalui temannya.

Azis mengatakan temannya yang bernama Agus mengenalkan Robin kepadanya. Azis mengatakan Agus dan Robin berstatus teman seangkatan di kepolisian.

"Awal perkenalan dengan Robin dikenalkan polisi?" tanya jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (26/7/2021).

"Polisi, Pak Agus. Dia saat itu Kasat Serse di Cilacap," jawab Azis. Azis dihadirkan sebagai saksi secara virtual dalam sidang ini.

Jaksa sempat bertanya tujuan Agus memperkenalkan Robin kepada Azis. Azis menjawab tidak tahu tujuan Agus. Jaksa lanjut bertanya soal lokasi Azis diperkenalkan dengan Robin.

"Di rumah saya, datang. Pak Agus itu anaknya pesantren di Tangerang," kata Azis.

Dia mengatakan Robin tidak sekali datang ke rumahnya. Azis mengaku Robin pernah datang ke rumahnya saat dirinya tak ada.

"Kalau lebih dari sekali saya rasa lebih. Kadang-kadang beliau datang tanpa saya ada di rumah. Bercerita soal rumah tangga," ucapnya.

Azis juga mengatakan dirinya pernah meminjamkan uang ke Robin sebesar Rp 200 juta dan 10 juta. Uang itu, kata Azis, dipakai Robin untuk urusan keluarga.

"Kalau minjam ada. Bukan minta, bahasa ke saya minjam. Persisnya ada kurang-lebih Rp 200 juta atau Rp 150 juta," tuturnya.

Azis lalu ditanya apakah mengetahui tempat Robin bekerja. Azis mengaku tahu Robin bekerja di KPK bukan di awal perkenalannya.

"Awalnya saya tidak tahu. Dia datang ke rumah pakai name tag KPK, saya tanya, 'Kerja di KPK, Mas? (Dijawab) iya," ucapnya.

Namun Azis mengaku lupa saat ditanya soal apakah Robin meminjam uang saat sudah tahu tempat Robin bekerja.

"Saya lupa persisnya," katanya.

Azis kemudian ditanyai alasan memberikan uang kepada Robin. Azis mengatakan dirinya meminjamkan uang karena Robin dikenalkan oleh teman dekatnya bernama Agus.

"Karena, pertama beliau dikenalkan oleh teman lama saya, polisi. Secara attitude saya kenal dia baik, tingkahnya juga baik, nggak pernah macam-macam. Karena dia masih muda saya anggap adik saya," ucap Azis.

"Sebisa saya bantu orang, sepanjang niat saya menolong sesama umat manusia, saya tolong saja," tambahnya.

Azis membantah dirinya yang mempertemukan dan memperkenalkan Robin dengan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, Syahrial.

"Saya tidak mengenalkan (Robin dan Syahrial) secara langsung. Saat itu saya sedang rapat membahas penyusunan formatur Golkar Sumatera Utara," katanya.

Azis mengatakan Syahrial datang ke rumahnya dengan rombongan Golkar Sumut. Sedangkan Robin sudah beberapa kali datang ke rumah dinasnya itu.

Azis mengatakan saat pertemuan Syahrial dan Robin, dia hanya berada di dalam rumah untuk rapat masalah Golkar. Dia mengaku sempat menyapa Robin yang berada di pendopo belakang rumahnya dengan melambaikan tangan.

Untuk diketahui, Syahrial ditangkap karena melakukan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Dalam kasus ini, AKP Robin diduga menerima Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang dijanjikan oleh Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial untuk mengamankan kasus di Tanjungbalai yang sedang ditangani KPK.

Tonton Video: Dewas KPK Pecat Penyidik Stephanus Robin Prattuju Penerima Suap

[Gambas:Video 20detik]




(jbr/aud)