Round-Up

Geger Insiden Perlihatkan Senpi Berujung Permintaan Maaf Sarmili

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 07:41 WIB
H Sarmili (tengah) meminta maaf soal insiden bawa pistol di apartemen di Cengkareng, Jakbar, saat jumpa pers di kantor PCNU Jakbar, Cengkareng, Sabtu (24/7/2021).
Foto: H Sarmili (tengah) meminta maaf soal insiden bawa pistol di apartemen di Cengkareng, Jakbar (Nur Aziza/detikcom)
Jakarta -

Sebuah video memperlihatkan seorang pria berpistol terlibat adu mulut dengan perempuan inisial SLU, di parkiran sebuah apartemen di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam video itu, pria bernama Sarmili ini mengaku sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat, sekaligus pembina bank.

"Saya Ketua NU Jakarta Barat dan saya pembina bank (menyebut nama sebuah bank-red). Saya tidak suka dengan cara kalian semua karena kalian terlalu arogan. Ada jalur tempuh hukum. Pengacara kamu sudah bersomasi di pemerintahan dan pemerintahan sudah jawab dari bahwa di sini sudah ada izin dan berlisensi," demikian cuplikan pernyataan Sarmili yang beredar.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Kamis (22/7). Percekcokan itu diawali ketika SLU menanyakan terkait pembangunan portal parkiran di apartemen tersebut. Singkatnya, Sarmili menjelaskan bahwa perparkiran di apartemen yang ia kelola itu sudah mengantongi perizinan.

Pada saat perbincangan itu, Sarmili terlihat membawa senjata api di pinggang. SLU merasa terintimidasi dan sempat mengadukannya ke polisi. Sarmili sempat diinterogasi oleh polisi, namun kemudian akhirnya ia menyampaikan permintaan maaf.

"Saya H Sarmili, SH, (selaku) bendahara, dengan ucapan saya kemarin saya tidak sengaja atau refleks, atau dianggap seperti khilaf. Dan saya secara pribadi ataupun atas nama keluarga minta maaf atas ucapan saya yang viral pada video tersebut," ujar Sarmili dalam konferensi pers di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/7/2021).

Tak Berniat Mengintimidasi

Dalam pernyataannya kepada awak media, Sarmili mengaku khilaf. Sarmili tidak berniat mengintimidasi atau membuat SLU merasa terancam dengan senjata api tersebut.

"Demi Allah, demi Rasulullah, tidak ada niat apa pun. Saya hanya dalam acara itu hanya mempertahankan pembenaran saya," tambahnya.

Klarifikasi Ketua NU Jakbar

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PCNU Jakarta Barat KH Agus Salim memberikan klarifikasi soal pengakuan Sarmili sebagai Ketua NU. Agus Salim menegaskan bahwa Sarmili di kepengurusan PCNU Jakbar adalah sebagai Bendahara Lembaga Penyuluhan Hukum NU (LPH-NU) Jakbar.

"Terlepas beliau mengatakan kemarin statement-nya (mengaku) Ketua NU Jakbar, itu sesungguhnya tidak benar. Mungkin spontan, mungkin reaktif, namanya juga manusia, banyak khilafnya. Bagi saya, itu sebenarnya hal yang biasa karena manusia, tapi karena kebetulan banyak tanya ke saya, japri ke saya, maka saya panggil nih H Sarmili ke sini, supaya clear. Kalau bahasanya itu tabayun, klarifikasi bahwa Ketua NU Jakbar sementara ini saat ini masih saya, H Agus Salim. H Sarmili adalah Bendahara LPBH NU," papar Agus Salim.

Simak penjelasan lengkap Sarmili di halaman selanjutnya

Saksikan juga 'Home Industry Senpi Ilegal di Blitar Dibongkar, Produksinya Kaliber Besar':

[Gambas:Video 20detik]