Dalih Sarmili soal Senpi yang Bikin Penghuni Apartemen Merasa Terintimidasi

Nur Aziza - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 22:35 WIB
H Sarmili (tengah) meminta maaf soal insiden bawa pistol di apartemen di Cengkareng, Jakbar, saat jumpa pers di kantor PCNU Jakbar, Cengkareng, Sabtu (24/7/2021).
Foto: H Sarmili (tengah) meminta maaf soal insiden bawa pistol di apartemen di Cengkareng, Jakbar (Nur Aziza/detikcom)
Jakarta -

Percekcokan H Sarmili dengan penghuni apartemen di Cengkareng, Jakarta Barat, berbuntut panjang. H Sarmili sempat berurusan dengan polisi gara-gara membawa senjata api di pinggang.

Sarmili mengaku bahwa senjata api itu tidak sengaja diperlihatkan. Sarmili mengaku tidak berniat mengintimidasi dengan senjata api yang dia bawa itu.

"Saya kemarin saya saya tidak sengaja atau refleks, atau dianggap seperti khilaf. Dan saya secara pribadi ataupun atas nama keluarga minta maaf atas ucapan saya yang viral pada video tersebut," kata Sarmili saat jumpa pers di kantor PCNU Jakarta Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/7/2021).

"Demi Allah demi Rasullullah tidak ada niatan apapun, saya hanya dalam acara itu hanya mempertahankan pembenaran saya," tambahnya.

Sarmili mengaku dirinya memiliki izin kepemilikan senjata api. Ia memiliki senjata api tersebut sejak satu tahun yang lalu.

Buat Bela Diri

Sarmili mengaku memiliki senjata api tersebut untuk kepentingan bela diri. Tuntutan pekerjaannya selaku penasihat hukum dan sering berkunjung ke daerah terpencil membuatnya mengurus izin kepemilikan senjata api bela diri.

"Saya juga sebenarnya tidak mau, karena kebutuhan, tuntutan ke daerah terpencil. Jadi pada hakekatnya saya sebenarnya dari sananya tidak mau, tapi kebutuhan karena nyawa saya suka terancam, dulu saya kerampokan di Cianjur Rp 150 juta, jadi karena kejadian-kejadian gitu karena kita bertentangan dengan uang," kata Sarmili.

Ia menambahkan, senjata api itu dia bawa ke mana-mana.

"Memang SOP-nya dibawa," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya