Polisi: 8 dari 11 Pengguna Swab PCR Palsu di Bandara Halim Lolos Terbang

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 18:26 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
Ilustrasi tes COVID-19. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap komplotan pembuat surat hasil keterangan swab PCR palsu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Tiga pelaku diketahui sudah 11 kali melakukan aksinya dalam sepekan terakhir.

"Dari penelusuran juga para tersangka sudah melakukan kegiatan selama seminggu," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Timur, Jumat (23/7/2021).

Para pelaku ini berinisial DI, MR, dan MG, dengan peran pembuat, marketing, dan calo. Sedangkan dua pelaku lainnya yang ikut ditangkap adalah calon penumpang pesawat DDS dan KA yang menggunakan swab PCR palsu dari ketiga pelaku.

Dalam sepekan terakhir, ketiga pelaku telah menerbitkan 11 hasil swab palsu. Dari 11 itu, 8 pengguna lolos terbang menggunakan swab PCR palsu.

"Sudah mengeluarkan 11 surat keterangan palsu dan tiga di antaranya ditolak. Delapan berhasil digunakan untuk penumpang gunakan perjalanan pesawat terbang," ungkap Erwin dalam konferensi pers.

Beroperasi di Bandara Halim

Erwin mengatakan para pelaku ini melakukan operasinya di Bandara Halim Perdanakusuma. Ada yang bertugas menawarkan (marketing), calo, dan membuat swab PCR palsu.

"Tiga orang dengan inisial DI, MR, dan MG yang melakukan pembuatan soft copy, mencetak surat PCR palsu dengan perannya masing-masing," katanya.

Polisi menduga masih ada sindikat pelaku pembuatan swab palsu lain yang beraksi di Bandara Halim Perdanakusuma. Dugaan sindikat itu kini tengah didalami petugas.

"Para tersangka ini tengah didalami terkait adakah kaitannya dengan jaringan pemalsu PCR secara luas," ujar Erwin.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP, Pasal 268 KUHP, Pasal 14 ayat 1, dan Pasal 9 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018. Para pelaku terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.

(ygs/mea)