Bamsoet: Visi Indonesia Emas Hanya Bisa Diwujudkan Lewat Pembangunan

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 15:59 WIB
Bamsoet: Visi Indonesia Emas Hanya Bisa Diwujudkan Lewat Pembangunan
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas membutuhkan dukungan kondisi lingkungan yang kondusif, seperti ketahanan nasional yang tangguh hingga stabilitas nasional yang terpelihara tanpa mereduksi nilai-nilai demokrasi.

Menurutnya, Indonesia juga perlu memperbaiki tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel sebagai sistem penopang pembangunan nasional. Hal ini penting sebagai syarat agar momentum Indonesia Emas pada tahun 2045 dapat dicapai.

"Visi Indonesia Emas hanya bisa diwujudkan melalui proses pembangunan, yaitu proses perubahan menuju perbaikan dan kemajuan. Sebagai sebuah proses, pembangunan memerlukan input sumberdaya yang memadai, kinerja yang efektif dan efisien, untuk mendapatkan hasil output yang berkualitas, sehingga memberikan impact atau dampak yang optimal," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (23/7/2021).

Hal ini dia ungkapkan secara virtual saat membuka Munas ke-2 Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) yang bertajuk 'Menyongsong Indonesia Emas'.

Dia menjelaskan tema Munas ke-2 ini mengingatkan pada sebuah visi kebangsaan, Indonesia Emas 2045. Didalamnya menggariskan empat poin penting, yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

"Visi tersebut menempatkan manusia sebagai subjek sekaligus objek pembangunan, dan mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk meraih keberhasilan," jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia mencapai 319 juta jiwa. Sekitar 70 persennya atau sebanyak 223 juta jiwa adalah kelompok usia produktif dalam jenjang usia antara 25 hingga 65 tahun.

"Artinya, pada era Indonesia Emas nanti, bangsa Indonesia masih akan menikmati periode puncak bonus demografi," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menerangkan tidak semua negara sukses memanfaatkan fase bonus demografi. Misalnya Brasil dan Afrika.

Ia pun menyebutkan karakteristik generasi emas yang bisa diwujudkan jika memanfaatkan bonus demografi ialah generasi yang berhati Indonesia, dan berjiwa Pancasila.

"Karakteristik generasi emas ini juga tercermin dari Subtema Munas ke-2 MUKI yang diselenggarakan pada hari ini, yaitu generasi yang mau berkomitmen dan berjuang bersama segenap komponen bangsa, untuk mewujudkan Indonesia unggul, dengan menjunjung tinggi sikap dan perilaku yang menegakkan kasih, kebenaran, keadilan dan kesetaraan," tandas Bamsoet.

Oleh karenanya, dia mengapresiasi kiprah Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI). Menurutnya, organisasi umat Kristiani ini telah senantiasa mendorong terwujudnya harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada pembukaan Munas ke-2 MUKI yang dihadiri secara virtual, Bamsoet menyebutkan MUKI mengedepankan pendekatan dialog dan kerja sama atas dasar kasih, kebenaran, keadilan dan kesetaraan, sebagaimana tercermin dalam visi organisasi.

"Dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional ke-2 (Munas ke-2), MUKI juga harus menyadari regenerasi kepengurusan adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan setiap organisasi, dan menjadi siklus periodik yang lazim, sekaligus menjadi penanda bahwa roda organisasi bergerak dan berkembang secara sehat dan demokratis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bamsoet berharap agar jajaran Kepengurusan MUKI periode 2021-2026 bisa meneruskan kerja baik yang telah dilakukan oleh kepengurusan periode sebelumnya.

(akd/akd)